Aroma mewah parfum Bvlgari Le Gemme Reali

13

Bagi Anda penggemar parfum Bvlgari dengan seri Le Gemme, tentu sudah sudah paham jika Le Gemme kerap mengambil inspirasi batu permata berharga untuk dijadikan sebuah wewangian mewah.

Nah, untuk Le Gemme Reali yang dijadikan seri trilogi kali ini, inspirasinya diambil dari istri Kaisar Yustinianus, yaitu Ratu Theodora. Ia adalah sosok wanita paling kuat dan memiliki pengaruh besar dalam sejarah Bizantium.

Therodora bahkan memiliki dua kunci penting pada tradisi Romawi, yakni keteguhan hati dan ambisi. Pada masanya, ia juga banyak meningkatkan hak-hak kaum wanita. Maka tak heran jika Bvlgari begitu memujanya.

Berawal dari potret mozaik Theodora di Ravenna, Italia, sang ratu tampak dibalut gaun berwarna ungu dan mengenakan tiara yang dihiasi dengan tiga bebatuan berharga, yaitu sapphire, emerald, dan ruby.

(Foto: Petar Milošević)

Beranjak dari imajinasi tersebut, lantas sang perfumer, Alberto Morillas, melahirkan tiga buah parfum yang masing-masing memiliki karakter serta cerita berbeda.

Pertama adalah Nylaia dari bahasa Sanskerta Nyla, yang berarti biru. Maka tak heran bila batu safir mengambil andil besar pada wewangian ini. Batu safir yang memiliki simbol power, disertai pancaran kuat dari dalam, diilustrasikan oleh Alberto melalui pembagian piramida notes seperti ini: iris biru dan jasmine Sambac pada top notes yang terasa lebih powdery.

Setelah itu aura hangat benzoin Siam mengisi bagian heart notes; kemudian diakhiri dengan ambergris accord dan white musk sebagai base notes untuk kesan misterius sekaligus sensual.

“Aroma yang saya ciptakan akan mengembuskan aroma luks. Misalnya pada Nylaia, saya menjadikan bunga iris biru sebagai pemeran utama. Namun untuk mengangkat aroma iris, saya memerlukan pencampuran bunga melati India yang sangat powerful. Wangi melati itu tidak lantas mendominasi, namun justru membuat iris terasa sangat feminin,” beber Alberto.

Bicara wewangian kedua yang bertajuk Veridia, Alberto secara brilian sukses menyatukan aroma kontras antara galbanum, vanila, dan incense tears, menjadi keharuman bernuansa kayu Oriental.

Pergantian dari aroma galbanum yang ‘renyah’ menuju embusan kemewahan natural incense tears, lalu seketika melembut berkat sentuhan vanila, tak disangka Veridia menghasilkan energi hangat dan segar secara bersamaan.

Jika dipadukan bersama pendar hijau dari batu emerald yang seolah membangkitkan kekayaan serta kemegahan taman pada Kerajaan Bizantium, wewangian tersebut terasa begitu distingtif.

Ada yang menarik dari pembuatan Veridia, yakni latar belakang incense tears, sebagai salah satu kandungan pada heart notes. Alberto menerjemahkan kandungan ini seolah sangat spesial, dan hanya bisa didapat di satu tempat saja.

Resin yang diproduksi oleh pohon tersebut, merupakan resin terbaik yang bila digabungkan bersama galbanum, angelica, dan vanila bourbon, akan menyemburatkan aroma mahal.

Koleksi terakhir dari seri Reali, yaitu Rubinia yang mengambil kejayaan batu rubi, dibayangkan Alberto sebagai simbol kuat, atraktif, dan mampu memikat bara cinta. Ia meracik pencampuran aroma citrusy dan segar dari mandarin Sicilia, kemudian secara bersamaan diselimuti wangi intens sandalwood, lalu berakhir pada aksen flamboyan serta aroma gourmand yang adiktif khas biji tonka.

Jika dideskripsikan, Rubinia memang terasa feminin namun sesaat langsung terprovokasi dengan untaian keharuman yang menggoda.

Cerita pembuatan Rubinia terasa lebih seru, karena Alberto menyatakan jika kandungan sandalwood atau cendana yang dipakai sangat istimewa, “Kami menggunakan dua cendana dari dua area berbeda, pertama di Australia yang perkebunannya sangat luas dan sangat aman untuk diperoleh.

Di sisi lain, kami juga memakai cendana asal India, yang proses mendapatkannya cukup sulit. Sebab cendana di sana sangat mahal dan jarang. Kami memerlukan sertifikat khusus dari pemerintahan setiap ingin mengaplikasikan kandungan tersebut. Ibaratnya, tanaman ini seperti blood diamond (tertawa),” ceritanya lagi.

Ketika ditanya tentang karakter wanita yang menggunakan Le Gemme Reali, Alberto secara lugas menyatakan, “Saya rasa pemakainya merupakan wanita muda, yang mendambakan parfum secara spesifik (bukan sekadar komersil). Wanita yang mencari wewangian dengan identitas, kaya akan ingredient, dan tentunya eksklusif. Ketiganya memiliki filosofi yang sama, It’s Bulgari.”

Keistimewaan tiga parfum ini juga semakin menonjol melalui desain botol khas Le Gemme, yang berbentuk siluet bejana totemic dan bubuhan cabochon (permata polesan) bagian tutupnya. Sudah dapat dibayangkan, ketiga cabochon itu mewakili imaji dari tiga bebatuan prestisius Le Gemme, antara lain biru safir pada Nylaia, hijau emerald untuk Veridia, dan merah rubi untuk Rubinia.

Apakah Anda tertarik mencium tiap embusan mewahnya? (Foto: Courtesy of Bulgari)

Source: Harpers Bazaar Indonesia

Share it