Pilihan kuliner lokal seperti film Aruna dan Lidahnya

13

Kabar terkini datang dari industri perfilman Indonesia. Baru saja dirilis, film adaptasi novel bertajuk Aruna dan Lidahnya mendapat sambutan hangat para penonton. Bagi Anda yang sudah pernah membaca novelnya, kualitas film ini jelas tidak mengecewakan.

Jika biasanya sebuah novel yang difilmkan akan berujung kepada kekecewaan. Lantas tidak demikian dengan film yang dibintangi aktris cantik Dian Sastrowardoyo ini.

View this post on Instagram

Aruna adalah ahli wabah yang sangat cinta pada makanan. Kecintaannya pada makanan membuatnya bersahabat dengan NADEZHA (@hannahalrashid )dan BONO (@nicholassaputra). Kecintaannya pada makanan juga yang membuat Aruna berwisata kuliner bersama Nadezhda dan Bono ketika Aruna bertugas menginvestigasi flu burung di Surabaya, Pamekasan, Pontianak dan Singkawang. Di luar dugaan, FARISH (@oks_antara), pria kaku dan pendiam yang selalu mengisi hati Aruna, bergabung dalam perjalanan ini. • Apakah hal ini akan membuat Aruna berhenti makan? Hm, bukan Aruna namanya kalau gagal kuliner cuma karena ada pria pujaan. • Mau kenal lebih jauh ama Aruna? Pantengin terus instagram & youtube @palarifilms! #ArunaDanLidahnya #27September2018 #PalariFilms #LaperBaper

A post shared by Aruna & Lidahnya (@palarifilms) on

‘Sebelas dua belas’ dengan novelnya, menyaksikan film yang mengangkat kekayaan kuliner lokal ini pasti membuat Anda jadi lapar. Jadi ketika menonton, jangan lupa siapkan popcorn dan cemilan penunda lapar lainnya.

Digambarkan begitu apik bagi publik oleh tim rumah produksi Palais Films, film ini akan membuat Anda semakin mencintai kuliner negeri sendiri. Selain tentunya, cinta terhadap para aktor tampan dan artis cantik yang menjadi para pemeran utama.

Akui saja, hidangan lokal pasti menjadi salah satu hal yang paling dirindukan saat berpelesir keluar negeri. Terkadang rasanya bahkan lebih membuat rindu lebih daripada kekasih sendiri. Berada seminggu saja di negeri orang tanpa nasi, rasanya ibarat sup tanpa garam. Hambar!

Bukan hanya kepulan hangat dari sumber karbohidrat tersebut yang membuat rindu. Hangatnya kuah sayur asem yang disantap dengan gurihnya teri goreng dan sambal, hingga sebungkus nasi Padang rasanya susah terkalahkan.

Berterima kasihlah kepada kemajuan teknologi. Mengingat saat ini, sebelum pesawat tiba di Tanah Air pun, Anda sudah dapat melakukan panggilan telepon atau meninggalkan pesan singkat kepada pembantu di rumah untuk menyiapkan menu tersebut.

Sehingga rasa rindu seusai berlibur keluar negeri pun akan segera terobati dengan hidangan lokal yang sudah tersaji di atas meja makan ketika Anda pulang.

Sebelum Anda lantas menjadi lapar dan memutuskan untuk tidak lanjut membaca karena ingin terburu-buru membeli makanan, tahan dulu. Karena Anda wajib tahu mengenai kemajuan dunia perfilman kita. Aruna dan Lidahnya memang terinspirasi dari kekayaan kuliner yang kita miliki. Suksesnya novel karya penulis wanita terkenal Laksmi Pamuntjak menjadi latar belakang keberadaan film ini.

Selain Dian Satrowardoyo sebagai pemeran utama, Oka Antara, Hannah Al Rashid dan Nicholas Saputra turut unjuk aksi di film ini. Kemahiran berakting para nama besar di industri perfilman lokal tersebut tidak perlu lagi disangsikan. Kelihaian adu akting mereka mendapat pujian tanpa henti dari para apresiator film. Tetapi kembali lagi, bintang utamanya hanya satu, yaitu kuliner lokal kita.

Diiringi dengan kisah drama dan intrik kehidupan, film ini dikemas begitu menarik. Petualangan para tokoh difilmkan di empat kota besar Indonesia, yakni Surabaya, Pamekasan, Pontianak dan Singkawang. Mendengar nama-nama kota tersebut, pasti sudah terbayang dengan kelezatan kuliner khas lokalnya.

Berikut suguhan Bazaar seputar kenikmatan khas lokal dari empat lokasi utama yang muncul di film Aruna dan Lidahnya.

Surabaya

View this post on Instagram

#SFSurabaya Suka terang bulan?? Wajib cobain terang bulan original dengan topping coklat, keju, kacang & wijen ala @terangbulanvolcano ini juara banget 😍👍👍 . Sekarang ada lagi cabang @terangbulanvolcano di Manyar Kertoarjo V (samping bonnet supermarket) dan lagi banyak PROMO !! Di catet ya : 1. Diskon 20% u/ semua items (kecuali crispy & pizza cut) 2. Untuk pembelian lewat GoFood & GrabFood diskon 10% ➖BERLAKU dari tanggal 4-14 Sept 2018 ➖ . Rasa?? Ga usah di tanya lagi pasti enak, dari dulu langganan ga pernah kecewa dengan terang bulannya. Rasa martabaknya juga enak aku paling suka ayam jamur mozarella kalau pesan martabak 👍 . Terang Bulan & Martabak Volcano @terangbulanvolcano 📍New : Jl. Manyar Kertoarjo V/58 Surabaya (Lokasinya samping bonnet supermarket/ sebelah Adam Restaurant) Jam Buka 15:30-21:30 Harga 💸 • terbul ori coklat keju kacang wijen 75K (besar)/ 55K (kecil) • martabak moza ayam jamur 50K (biasa)/ 65K (special) + moza 35.000 + telor bebek 10.000 📌 harga di atas belom termasuk diskon ✔️ NO PORK ✔️ Available on Gofood & Grab . Seperti itu pengalamanku makan @terangbulanvolcano , teman #SurabayaFoodies sudah pernah cobain juga belum?? Langsung saja like, comment dan tag temenmu disini yaaa (kode keras!! Yuk makan terang bulan) 😍👍 – SF #SFSurabayaTimur

A post shared by Kuliner Surabaya Foodies | SF (@surabayafoodies) on

Mengunjungi Kota Pahlawan ini, nafsu makan pun dijamin terpuaskan. Begitu banyak destinasi kuliner menjamur di kota ini. Anda pasti familiar dengan pedasnya sambal bawang yang menemani gurihnya daging ayam goreng hingga nasi cumi khas Pasar Atom.

View this post on Instagram

#SFSurabaya Sedang jalan2 di pasar atom?? Cobain “Nasi Cumi” Bu Isya, lokasinya berada di pasar atom (tepatnya sebelah mushola dekat dengan parkiran motor, atom lama ya) 📍#SFSurabayaTengah . Rasa?? Kalau #SF sendiri suka banget dengan cuminya, peyeknya juga crispy apalagi di campur dengan sambalnya!! Tambah nikmat makannya 😍👍 . Nasi Cumi Hitam – Bu Isya 📍Pasar Atom Lama (parkiran sepeda motor yang 1 lokasi jual makanan semua/ sederet dengan masjid) Jam Buka 10:00-16:00 Harga 💸 – 17rebu (porsi biasa) – 25K (porsi extra cumi) . Gitu aja cerita & review singkatku tentang nasi cumi yang satu ini, teman #SurabayaFoodies sudah pernah mencoba juga?? Langsung aja like, comment dan tag temenmu disini yaaa (kode ngajak gitu) 😍👍 – SF

A post shared by Kuliner Surabaya Foodies | SF (@surabayafoodies) on

View this post on Instagram

#SFSurabaya Suka Wader?? Cobain Warung Wader "Kedai Kincir" walaupun sederhana tapi selalu bikin “Kangen”, kadang happy kalau ada kereta api yang lewat 😄 . Paling suja tempat ini karena aneka lauk banyak, harga yang terjangkau dan pilihan nasinya ada 3 macam pilihan : nasi putih, nasi gurih/ nasi jagung ✔️ Rasa?? Aku suka dengan aneka masakannya, wadernya gurih dan sambalnya itu yang bikin nagih (tidak pedes tapi cocok dimakan bareng nasi + wader) 😍👍👍 . Warung Wader "Kedai Kincir" 📍Jl. Ketintang Selatan No.200, Sby #SFSurabayaSelatan 📞 081-331 346 033 Jam Buka 08:00-17:00 Harga 💸 26.000 (udah termasuk sego jagung sak puase + ikan wader + es teh) . Seperti itu saja pengalamanku makan di #warungwaderkedaikincir , teman #SurabayaFoodies sudah pernah cobain juga belum?? Langsung aja like, comment dan tag temenmu disini yaaa (kode kepingin makan wader juga gitu) 😍👍 – SF

A post shared by Kuliner Surabaya Foodies | SF (@surabayafoodies) on

Semuanya ada di Surabaya. Mendatangi kota ini, ada baiknya jangan membawa bawahan pakaian dengan material kaku seperti jeans. Karena sudah pasti perut terasa sesak akibat kekenyangan. Legging atau bawahan lainnya dengan bagian pinggang terbuat dari karet lainnya menjadi pakaian berlibur ideal.

Pamekasan

View this post on Instagram

from @roman.shoot – Potoh proppo Salah satu kuliner khas Madura berbahan dasar ketan dan kelapa Kunjungi yuk saat car freeday Pamekasan #madura #orangmadura #humaninterestmadura #maduraholic #humaninterest #indonesia #humaninterestindonesia #humanpotrait #insanindonesia ——————————————————————- #Visitmadura #PotretMadura #maduradelicious #photomadura #exploremadura #awesomepamekasan #maduraholic #mampirmadura #visitjatim #pamekasan #essudimampirpamekasan #sudimampir #inimadura #indonesia_photography #streetphotographyindonesia #serikat_SP #serikat_FI #catatan_negeri #streetphotography ——————————————————————-

A post shared by Kuliner Madura (@maduradelicious) on

Muncul di film horor legendaris yang dibintangi bintang wanita beraut wajah mistis, Suzanna, menu sate memang identik dengan kota yang satu ini. Menjadi salah satu lokasi shooting film Aruna dan Lidahnya, kabupaten Pamekasan di Pulau Madura turut menampilkan keunggulan hidangan lokalnya.

Tetapi jangan sampai Anda memesan berlebihan sebanyak seratus tusuk seperti di film horor. Selain sate, jangan lewatkan kelezatan Topak Urapan dan Nasi Bebek khas kota ini.

 

Pontianak

Salah satu kota utama di pulau Kalimantan ini sukses membuat Hannah Al Rashid jatuh cinta. Berperan sebagai Nadezdha, Hannah wanita berdarah campuran Inggris ini mengaku ketagihan Bakmi Kepiting. Makanan khas Pontianak ini memang lezat tiada tara.

Jangan melewatkan kenikmatannya saat Anda menyambangi kota tempat Tugu Khatulistiwa berada ini. Sejumlah destinasi kuliner berkonsep kopitiam juga wajib Anda coba.

Singkawang

Tidak jauh berbeda dengan Pontianak, Singkawang menjadi kota selanjutnya di Kalimantan yang kaya akan kuliner. Mulai dari Bubur Pedas, Choi Pan, Bubur Gunting hingga siraman jahe atau susu kedelai hangat di atas kembang tahu menjadi andalannya. Para pemeran dan segenap kru film Aruna dan Lidahnya pun mengaku sangat menikmati masa shooting mereka di kota ini.

View this post on Instagram

Bubur pedas Parit Ketapang 😋🙈

A post shared by Kuliner Singkawang est.27/2/17 (@singkawangfood) on

Bazaar dapat menebak pasti perut Anda sudah berbunyi daritadi tanda lapar menyerang. Bagi yang belum sempat menonton, saatnya menuju bioskop terdekat sekarang juga. Jangan lupa sempatkan waktu untuk membeli beberapa makanan ringan sebelumnya untuk dinikmati kala menonton. Maju terus perfilman Indonesia!

(Foto: Courtesy of Instagram @arunadanlidahnya, @surabayafoodies, @maduradelicious, @foodlalalaa, @nomdicted, @singkawangfood)

Source: Harpers Bazaar Indonesia

Share it