Adrian A. Gunardi: Everything is being digitalize

74

The Captain (6/4) bersama Ferdy Hasan kedatangan narasumber yaitu Adrian A. Gunardi, CEO dari Investree.

Di segmen ini, mereka membahas mengenai potensi dan prospek industri fintech saat ini.

Q: Apa yang mendasari Anda melihat potensi dari industri fintech?

A: Sekarang kita lihat tatanan global yang mengarah ke digital. Everything is being digitalize, dari cara kita bertransportasi, dari cara kita berbelanja, jadi kalau kita melihat beberapa tahun belakangan ini, pengalaman saya di banking adalah semakin jarang orang datang ke cabang.

Itu adalah satu statistik yang tidak bisa kita deny. Dari situ, kita melihat trend bagaimana teknologi itu bisa dimanfaatkan juga untuk jasa keuangan.

Q: Bagaimana dengan prospek fintech ke depannya?

A: Jadi kalau kita lihat, saat ini statistik 2016 itu jumlah volume transaksi dari fintech kurang lebih 18.000 dollar. Memang sebagian besar ini masih dari sisi payment, kita ada wallet, e-money, dan sebagainya.

Jadi mungkin 80% fokus ke payment, tapi ada perkembangan yang cukup menarik dari sisi landing. Karena kalau kita lihat secara statistik, di Indonesia itu menyebutkan bahwa ada namanya financing gap sebesar 1.000 trilyun yang belum dipenuhi oleh perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Disitulah kita melihat peluang.

Q: Support apa yang diberikan untuk kemajuan fintech di tanah air?

A: Saya rasa ini yang sangat positif ya, bagaimana regulator itu memegang peranan penting dan aktif untuk mendukung industri fintech ini secara menyeluruh. Jadi kita lihat adanya fintech office di Bank Indonesia, kita mengetahui OJK mengeluarkan regulasi fintech pertama, OJK 77 yang terkait peer-to-peer landing.

Jadi kita melihat bagaimana regulators melihat ini sebagai suatu opportunity yang besar untuk bagaimana meningkatkan penetrasi inklusi keuangan yang besar di Indonesia dengan menggunakan basis teknologi.

Di segmen selanjutnya, mereka membahas lebih lanjut mengenai Investree.