Apa yang terjadi jika terlalu banyak konsumsi gula?

13

Siapa yang tidak suka dengan manisnya gula? Banyak orang menyukai rasa manis karena biasanya mampu meningkatkan nafsu makan, dan bahkan terasa lebih nikmat dicecap oleh lidah.

Kita tahu bahwa sebaiknya ada batasan dalam konsumsi gula, namun faktanya, ternyata kita mengonsumsi terlalu banyak sehingga berisiko sebabkan dampak buruk bagi kesehatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan pengurangan jumlah asupan gula kurang dari 10 persen dari asupan energi harian, atau bahkan lebih baik jika kurang dari 5 persen.

Batas asupan gula bagi orang dewasa yang disarankan adalah 50 gram atau setara dengan dua belas sendok teh gula per orang per hari.

Lantas, apa saja risiko kesehatan apabila kita mengonsumsi gula berlebih?

1. Lemak berlebih di perut
Semakin banyak gula yang Anda konsumsi, maka kian meningkatkan risiko tertimbunnya lemak pada lingkar pinggang dan perut Anda.

Hal ini biasanya terjadi karena tidak diimbangi oleh olahraga teratur sehingga proses pembakaran gula menjadi energi terhambat, hingga akhirnya tertimbun sebagai lemak trans.

Kabar buruknya, lemak berlebih di area perut juga dapat berisiko sebabkan obesitas.

2. Kerusakan fungsi hati
Gula yang masuk ke aliran darah dari saluran pencernaan akan dipecah menjadi glukosa dan fruktosa. Sayangnya, fruktosa tidak diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang signifikan karena memang tidak terlalu dibutuhkan oleh tubuh.

Konsumsi gula berlebih dapat membuat tubuh kelebihan fruktosa yang dapat membebani hati dan menyebabkan perlemakan hati yang dapat memicu terjadinya komplikasi kesehatan.

3. Selalu ingin makan
Selain dapat membebani hati, kelebihan fruktosa pada tubuh juga dapat mengacaukan sistem metabolisme tubuh dengan mematikan sistem pengendali nafsu makan Anda.

Kondisi tersebut memicu kegagalan tubuh dalam merangsang produksi hormon insulin, meningkatkan produksi hormon ghrelin yang berperan dalam menimbulkan rasa lapar, namun menurunkan produksi hormon leptin yang berperan dalam menimbulkan rasa kenyang.

4. Sebabkan penyakit jantung
Meskipun belum terbukti pasti, namun beberapa penelitian ilmiah telah menemukan fakta bahwa konsumsi gula berlebih dapat membuat terganggunya cara kerja organ jantung dalam memompa darah.

Studi lainnya juga menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan merangsang hati untuk membuang lemak ke aliran darah. Kedua hal tersebutlah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

5. Timbulkan karies pada gigi
Karies gigi terjadi ketika bakteri yang hidup di mulut mencerna sisa karbohidrat dari makanan yang Anda konsumsi, entah itu merupakan sisa dari gula pada donat yang Anda konsumsi atau lainnya.

Bakteri tersebut akan membusuk dan memproduksi asam yang dapat menghancurkan enamel/dentin gigi.

6. Resistensi hormon insulin
Semakin banyak konsumsi gula Anda, maka akan semakin banyak produksi hormon insulin pada tubuh Anda. Hormon insulin berperan dalam membantu mengkonversi makanan menjadi energi.

Namun, ketika kadar insulin tubuh dan kadar gula tinggi, maka akan membuat sensitivitas produksi hormon berkurang dan membuat glukosa menumpuk dalam darah.

Gejala yang dialami oleh kondisi ini, yang disebut dengan resistensi insulin, seperti kelelahan, kelaparan, kabut otak, dan tekanan darah tinggi.

TEKS: HAPPY FERDIAN
FOTO: DOK. ESQUIRE

Share it