Fakta-fakta menarik tentang french fries

157

Kentang goreng atau french fries adalah salah satu makanan mendunia. Tak hanya di negera Barat, kentang goreng jadi panganan favorit di banyak negara.

Bentuknya beragam, seperti di Amerika dan Inggris yang ketebalan kentang gorengnya berbeda.

Namun, fakta-fakta ini mungkin belum disadari oleh banyak orang. Fakta-fakta apa sajakah itu?

1. Asal usul kentang goreng

Hingga kini tak ada kesepakatan mengenai asal usul kentang goreng. Masyarakat Prancis, Spanyol, dan Belgia masing-masing meyakini kentang goreng berasal dari negaranya.

Di Belgia, misalnya, pencinta kentang goreng mengklaim sebutan “French Fries” merujuk pada makanan Belgia yang semuanya diambil oleh Prancis.

Sementara Prancis mengatakan kentang goreng pertama kali dijual di negaranya tahun 1789 oleh penjaja makanan kaki lima di jembatan Pont Neuf. Lain lagi dengan Spanyol.

Negara ini mengklaim dirinya sebagai negara pertama yang membawa kentang dari Amerika. Tepatnya ketika Amerika masih dieksplorasi Eropa di zaman dulu.

2. Kentang goreng versi Inggris

Terdapat perbedaan kentang goreng versi Inggris dan Amerika. Penyebutannya berbeda dimana orang Inggris menyebut kentang goreng “chips,” sementara orang Amerika menyebutnya “fries.” Mengenai bentuk, chips lebih tebal dan sedikit lebih lembab. Kandungan lemaknya juga lebih sedikit dibanding fries.

3. Produksi kentang goreng McDonald’s

Gerai fast food asal California ini begitu mendunia. Tak hanya ayam goreng, restoran juga menyajikan kentang goreng yang jadi favorit.

Permintaan yang tinggi membuat 7 persen dari seluruh kentang yang ditanam di Amerika Serikat dipasok ke McDonald’s (McD).

Penjualan kentang goreng McD bahkan mencapai lebih dari sepertiga jumlah kentang goreng yang dijual di semua restoran.

4. Mengandung akrilamida

Dibanding makanan lain, kentang goreng termasuk tinggi akrilamida. Berupa senyawa kimia yang terbentuk saat makanan bertepung (starchy) dimasak pada suhu tinggi.

Pemerintah Amerika Serikat bahkan menganggap akrilamida sebagai karsinogen. Sehingga bisa sebabkan tumor pada kelenjar adrenal, tiroid, dan paru-paru bila dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Brava Listeners, terus dengarkan Brava Radio melalui streaming di sini atau download melalui iOS dan Google Play Store.

[teks Andi Annisa / sumber detik.com | foto delish.com]

Baca juga:
Budi Soehardi: Niatan untuk menolong para pengungsi Timor Timur
Samsung akan merilis ponsel lipat layaknya dompet
7 Momen terbaik dalam dunia olahraga