Mencicipi makanan khas Mongolia di Khubilai Khan

22

Dibandingkan negara-negara Asia lainnya, popularitas kuliner Mongolia masih jauh tertinggal. Satu hal yang mungkin mulai diketahui luas publik tentang kuliner negara yang lanskap alamnya didominasi oleh padang rumput ini adalah daging kuda.

Ya, sebagaimana yang lazim ditemukan di negara-negara di kawasan tengah benua Asia, daging kuda telah disantap sejak ratusan tahun lalu, bersamaan dengan begitu mengakarnya budaya berkuda di sepanjang jalur sutera.

Selain kuda, hewan yang kerap disantap dagingnya adalah domba, dan inilah yang dibawa oleh Khubilai Khan, sebuah restoran khas Mongolia yang belum lama ini dibuka di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Mengusung sajian utama berkonsep hotpot, Khubilai Khan hadirkan beragam irisan daging domba berkualitas yang jauh dari kesan alot dan bau prengus. Irisan daging domba tersebut kemudian disantap dengan cara dicelup di kuah kaldu panas bersama dengan aneka pilihan sayur segar, seperti jamur enoki, wolfberry, bawang bombai, dan lain sebagainya.

Sekilas memang terlihat seperti sukiyaki yang populer dari tanah Jepang, namun terdapat dua perbedaan mencolok, yakni pada penggunaan panci masak berbahan kuningan serta bahan bakar arang kayu untuk konsistensi panas dan rasa.

Suasana restoran bernuansa hangat

Tradisi hotpot ini sendiri tercipta sejak era perang barbar, yakni ketika para prajurit Mongolia memanfaatkan topi besi yang mereka kenakan sebagai panci. Mereka merebus air didalamnya menggunakan nyala api dari pembakaran kayu kering. Daging dari hewan buruan yang mereka tangkap kemudian diiris tipis-tipis guna mempercepat proses matang, sehingga waktu istirahat menjadi lebih efisien.

Puff pastry isi cacahan daging domba

Turut menyertai santap sajian hotpot ini, Khubilai Khan hadirkan 19 kondimen yang dapat dicampurkan sesuka hati oleh pengunjung. Namun jika Anda kebingungan memilih kondimen, staf restoran yang ramah akan menyarankan Anda memilih tujuh kondimen spesial, termasuk di dalamnya saus kacang dengan minyak wijen yang telah menjadi kekhasan kuliner Mongolia sejak lama.

lamb on skewer

Selain sajian hotpot, restoran ini turut menyajikan beberapa menu khas Mongolia lainnya, seperti lamb on skewer yang sangat lembut dan pastry puff isi cacahan daging domba.

Karena restoran ini merupakan cabang dari restoran serupa yang telah berdiri di Taiwan sejak 2002 silam, tersedia pula beberapa menu khas Tiongkok dan peranakan yang tidak kalah lezat.

Beberapa menu oriental yang wajib dicoba adalah ba bao fan atau puding nasi, nasi goreng ikan asin, dan yang paling unik adalah asinan bawang putih yang secara mengejutkan terasa lembut dan manis di lidah.

TEKS: HAPPY FERDIAN
FOTO: DOK. ESQUIRE

Source: Esquire Indonesia

Brava Listeners, terus dengarkan Brava Radio melalui streaming di sini atau download melalui iOS dan Google Play Store.

Baca juga:
Ini dia 5 laptop termahal di dunia
Kebiasaan baik untuk meningkatkan metabolisme
Kevin Mintaraga: Bridestory makes that dream wedding possible

SHARE