Mohammad Yamin, Pahlawan Nasional dari Sawahlunto

54
Mohammad Yamin
Mohammad Yamin

Mohammad Yamin merupakan salah satu dari para founding fathers Indonesia selain Bung Karno, Bung Hatta dan beberapa Pahlawan Indonesia lainnya. Ia memiliki peran yang sangat besar dalam pergerakan kemerdekaan negara Indonesia.

Mohammad Yamin berawal dari seorang penulis, beliau juga merupakan penyair angkatan pujangga baru. Karyanya banyak ia tulis pada dekade 1920 yang sebagian besar menggunakan  bahasa Melayu.

Karya M. Yamin diterbitkan dalam jurnal Jong Sumatra. Beberapa karyanya bahkan masih dikenal sampai sekarang, di antaranya Ken Arok dan Ken Dedes (1934), Gajah Mada (1945), Sejarah Peperangan Diponegoro, Tan Malaka (1945), dan Revolusi Amerika (1951)

Selain aktif di bidang sastra, M. Yamin juga aktif di dunia politik. Karir beliau dimulai ketika ia diangkat sebagai ketua Jong Sumatera Bond pada 1926 sampai 1928. Setelah Jong Sumatera Bond bubar, ia bergabung dengan Partai Indonesia pada 1931.

Namun, Partai Indonesia juga berakhir. M. Yamin melanjutkan karir politiknya dengan mendirikan partai Gerakan Rakyat Indonesia bersama Adam Malik, Wilipo, dan Amir Syarifudin.

M. Yamin yang berasal dari dunia sastra, membuat dirinya menjadi seorang pencetus pentingnya penggunaan bahasa kesatuan. Beliau juga ditunjuk sebagai perumus teks Sumpah Pemuda, yang salah satunya merumuskan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan

Mohammad Yamin pun dipercaya oleh Presiden Soekarno menjadi penasihat delegasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar. Beliau bersama Bung Hatta juga membuat konsep pasal-pasal yang memuat Hak Asasi Manusia, dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Mohammad Yamin juga ikut merumuskan hal yang sampai saat ini selalu kita ingat, yaitu dasar negara kita, Pancasila.

Beliau dianugerahi gelar pahlawanan nasional pada tahun 1973 sesuai dengan SK Presiden RI No. 088/TK/1973, dan namanya diabadikan sebagai nama jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

#RememberTheHeroes