Seberapa amankah terapi stem sel?

38

Seiring bertambahnya usia dan memiliki gaya hidup yang tidak sehat, dapat membuat fungsi tubuh kita menurun drastis. Akan tetapi, saat ini sudah ada terapi yang kita ketahui dengan nama Stem Sel.

Stem Sel dipercaya dapat menumbuhkan sel kulit baru, membuat wajah makin segar, dan sehat sehingga kita akan terlihat awet muda.

Untuk lebih mengetahui tentang terapi ini, Indra Bachtiar, Ph.D sebagai Principal Investigator dari Stem Cell and Cancer Institute (SCI) akan menjelaskannya di Health Corner.

Indra menjelaskan bahwa ada 2 jenis terapi Stem Sel yaitu Stem Sel yang berasal dari diri sendiri (Autologous) dan berasal dari orang lain (Allogeneic). Autologous biasanya diambil dari organ kita seperti lemak, sum-sum tulang, dan sudah mulai di aplikasikan.

Sedangkan untuk Allogeneic sifatnya seperti obat, jadi diambil Stem Sel orang lain dan diperbanyak tetapi harus melalui fase uji klinik untuk membuktikan bahwa itu dapat menjadi obat.

Terapi Stem Sel pada awalnya bukanlah untuk kecantikan, tetapi untuk sakit pada sendi lutut. Dengan perkembangan yang ada, akhirnya digunakan untuk kebutuhan kecantikan.

Stem Sel itu kalo kita ibaratkan karena berasal dari sel yang belum ada bentuknya, ibarat mobil. Mobil terbuat dari besi yang dimana besi itu belum menjadi pintu, dll. Stem Sel sama seperti itu, belum menjadi apa-apa,” ujar Indra.

Stem Sel berada di tubuh kita untuk menutup dan memperbaiki kerusaka-kerusakan sel tubuh yang ada di dalam diri kita. Aging atau ketuaan bisa dikatakn sebaga penyakit, yang artinya bahwa sel-sel di dalam tubuh kita sudah mulai melemah.

Dengan terapi Stem Sel, maka penurunan perforam sel-sel yang kita miliki akan secara otomatis diperbaiki oleh Stem Sel.

Berbicara soal keamanan dalam terapi ini, terdapat 2 macam bentuk Stem Sel yang pada diri sendiri dan orang lain, dan jika kita mendapat Stem Sel dari orang lain, belum tentu sesuai dengan diri kita maka dari itu dikategorikan sebagai obat. Jika yang di dalam diri kita sendiri, tentunya akan beradaptasi dan tumbuh lebih baik.

Untuk yang boleh menjalani terapi ini, harus di cek darah terdahulu agar dapat mengetahui apakah rentan terhadap kanker atau tidak. Jika ada positif kanker, maka tidak diperbolehkan untuk terapi Stem Sel karena dapat menumbuhkan kanker tersebut.

Brava Listeners, terus dengarkan Brava Radio melalui streaming di sini atau download melalui iOS dan Google Play Store.

[teks Andre Fransisco | foto serenityspanow.com]

Baca juga:
Memperingati International Women’s Day
Tips supaya mata tak cepat lelah
Malam puncak Java Jazz Festival 2017

SHARE