Sosok di balik perjalanan Brava Radio selama 7 tahun

220

Di Brava Special 7th Anniversary Celebration, kali ini Brava Radio menghubungi orang-orang yang memang memiliki kontribusi dalam perjalanan Brava Radio selama 7 tahun. Dan berikut orang-orang yang telah berkontribusi selama perjalanan Brava.

Willy Priyoko adalah penyiar Good Day Jakarta pertama. Masa siarannya untuk Good Day Jakarta dari tahun 2010 hingga 2011. Selama 7 tahun perkembangan Brava, Willy yang sebagai penyiar pertama dari Good Day Jakarta sangat bangga dengan potensi dan konten-konten untuk Brava Listeners.

Prita Kemal Gani, founder & director dari LSPR Jakarta. Prita sendiri senang dengan konsep the smoothest sound on radio milik Brava. Kemudian di program Good Day Jakarta, ia mengaku mendapatkan banyak informasi-informasi yang mana dulunya ia mendapatkan informasi tersebut hanya dengan membaca koran.

Saya kan jarang membaca koran, dengan mendengarkan Good Day Jakarta ini saya sudah bisa serat informasinya ketika sedang di mobil bahkan ketika sedang dandan.

Namun ada yang spesial, Brava Listeners. Setiap minggu ke-3 di setiap bulan, pada hari Kamis, jangan lewatkan Prita Kemal Gani yang akan menemani Brava Listeners di Women On Top.

Chico Hendarto adalah sosok di dalam program Point of View di Brava Radio. Di sela-sela kesibukannya sebagai adviser, Chico tetap masih menjadi Brava Listeners. Brava untuk Chico Hendarto yang diketahui kritis terhadap musik sudah mewakili generasinya.

Saya suka dengan cara Brava mengemas musik-musiknya, tidak seperti menggurui. Karena bagaimanapun pendengar butuh informasi bukan diajari, dan cara penyampaian Brava lebih bersahabat,” menurutnya.

Prof. Hora Tjitra adalah Managing Director of Citra Consulting. Beliau juga sosok didalam program Point of View di Brava Radio. Selama menjadi narasumber di Point of View, beliau memiliki kesan menarik.

Kurang lebih 3 tahun beliau kerjasama dengan Brava Radio. Setiap kali ada undangan pembicara, ketika bertemu dengan customer, “Oh ini Pak Hora yang dari Brava ya“, ungkapnya.

Yoris Sebastian merupakan penulis buku dari “Generasi Langgas” yang juga menjadi narasumber dalam program terbaru Brava yang bernama Understanding Millenials. Menurut Yoris, Brava Radio adalah satu dari sedikit radio yang memiliki konsep berbeda dengan radio lainnya.

Karena lagu-lagu yang diputar oleh Brava pas dengan seusianya. Yoris berpesan, “Terus berekspolrasi tidak berhenti di posisi yang ada, terus berinovasi untuk menghibur para Brava Listeners.

Christian Rahadiansyah adalah host dari program Travel Talk Brava Radio yang juga merupakan Editor in Chief Destination Indonesia. Kesan-kesan Christian selama bekerja di Brava Radio menurutnya teamnya menyenangkan, dan ia suka program-program yang ada di Brava Radio yang tidak hanya mengibur, tetapi juga bisa menambah wawasan.

Jadi banyak hal yang lebih berbobot yang didapat selain mendengarkan siarannya.

Makna usia ke 7 Brava Radio adalah masuk tahap mapan, jadi sudah tau selera audience dan referensi pendengar, sudah bisa lebih spesifik ketika merancang program,” ujar Christian.

DJ Aay adalah sosok dibalik sajian musik dari program Brava Vintage. Sebelum masuk di Brava, Dj Aay mengaku Brava merupakan station favorite-nya.

Menurutnya, “Brava konsisten dengan konsep yang disuguhkan sejak awal berdirinya. Dari segi musik maupun segi berita atau bisnis. Brava sudah bisa dilihat kematangannya di usia yang ke 7 ini.

Brava Listeners, terus dengarkan Brava Radio di 103.8 FM atau bisa melalui streaming di sini.

[teks: Rivat Adi Mulya | foto: tanyakarir.com]

Baca juga:
Andre Hehanussa: Perbedaan harus disyukuri
Sering mengalami memar di tubuh saat bangun tidur?
Kenalilah penyakit kulit seperti ini