Aktivis Asal Aceh Jadi Cover Majalah Time, Bill Gates Beri Apresiasi

79

Aktivis asal Aceh, Farwiza Farhan baru-baru berhasil masuk dalam cover Majalah Time 100 Next 2022 Kategori Leaders. Prestasinya ini pun turut diberi apresiasi dari pendiri Microsoft, Bill Gates.

Farwiza Farhan dipilih oleh majalah Time edisi terbaru sebagai sosok inspiratif dalam aktivitasnya dalam menjadi lingkungan. Menurut Jane Goodall, apa yang dilakukan oleh Farwiza Farhan dalam menggalakkan kelestarian lingkungan menjadi hal yang sangat berpengaruh.

“Mempertahankan ekosistem dari industri, pembangunan dan pemburu liar, seperti yang dilakukan Farwiza Farhan dan rekan-rekan aktivisnya adalah pekerjaan penting,” tulis Jane.

Nama Farwiza Farhan masuk dalam Time 100 Next 2022 Kategori Leaders dan dijadikan cover majalah tersebut. Selain itu, hal ini turut dikomentari oleh salah satu orang yang berpengaruh di bidang teknologi, yakni Bill Gates.

Bill Gates mengatakan apa yang dilakukan oleh Farwiza Farhan sangat berarti bagi lingkungan ke depannya. Pendiri Microsoft itu pun bahkan kagum terhadap aktivis asal Aceh tersebut.

“Pemimpin seperti @wiiza membuat saya optimistis akan masa depan kita. Awal tahun ini, saya berkesempatan bertemu Farwiza dan sangat terkesan dengan karyanya dalam melindungi ekosistem Leuser di Indonesia,” tulisnya lewat akun @BillGates.

Sosok Farwiza memang dikenal dalam melindungi ekosistem alam di Leuser. Taman Nasional Gunung Leuser menjadi tempat utama konservasi bagi Farwiza, dikarenakan ia menyadari ekosistem alam yang terjaga akan memberikan dampak besar bagi alam dan seisinya.

Berbagai prestasi sebelumnya juga pernah diraih oleh wanita kelahiran Banda Aceh, 1 Mei 1986 itu sebagai aktivis menjaga kelestarian alam. Wiza pernah meraih penghargaan Pritzker Emerging Environmental Genius Award 2021 dari Institute of the Environment and Sustainability, Universitas California, Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat, National Geographic Wayfinder Award 2022, pemenang 2021 Pritzker Emerging Environmental Genius Award, dan Whitley Awards 2016.

 

Penulis: Rifqi Fadhillah

Share it