Beda’a Perkenalkan Poetic Angles Guichets Model, Perpaduan Seni dan Arsitektur Modern

5
Sumber: Beda'a

Industri horologi kembali menghadirkan gebrakan menarik lewat inovasi terbaru dari Beda’a yang merilis model Poetic Angles Guichets. Kehadiran jam tangan ini tidak hanya sekadar memperkenalkan produk baru, tetapi juga membawa perspektif segar tentang bagaimana waktu dapat direpresentasikan. Lebih dari fungsi utamanya sebagai penunjuk waktu, karya ini tampil sebagai objek artistik yang memadukan keindahan arsitektur modern dengan pendekatan puitis dalam memaknai pergerakan waktu.

Peluncuran model ini pun langsung menarik perhatian pasar global. Hal tersebut tidak lepas dari keberanian Beda’a dalam menghadirkan konsep desain yang menyimpang dari pakem jam tangan tradisional. Dengan tampilan yang minimalis secara visual, namun menyimpan kompleksitas tinggi pada sisi mekanisme, Poetic Angles Guichets menjadi representasi sempurna dari perpaduan antara seni, rekayasa teknis, dan ekspresi emosional, sebuah pendekatan yang semakin relevan dalam evolusi dunia horologi modern.

Sebagai brand independen, Beda’a dikenal memiliki keberanian untuk keluar dari pakem tradisional dan mengeksplorasi pendekatan desain yang tidak lazim di dunia horologi. Alih-alih mengikuti jejak produsen jam besar yang cenderung mempertahankan estetika klasik, Beda’a justru menonjolkan karakter eksperimental yang kuat, mulai dari bentuk casing yang unik, inovasi mekanisme, hingga narasi visual yang sarat makna artistik. Identitas ini semakin terlihat jelas melalui koleksi “Angles”, yang menjadi ciri khas utama brand dengan penggunaan bentuk geometris tegas dan struktur berlapis yang terinspirasi dari arsitektur modern.

Beda’a Perkenalkan Poetic Angles Guichets Model, Perpaduan Seni dan Arsitektur Modern
Sumber: Beda’a

Setiap detail dalam koleksi ini dirancang untuk menciptakan harmoni antara fungsi dan estetika, seolah menghadirkan sebuah bangunan miniatur di pergelangan tangan. Melalui model Angles Guichets, Beda’a tidak hanya mempertahankan filosofi desain tersebut, tetapi juga membawanya ke tingkat yang lebih tinggi dengan mengintegrasikan konsep visual yang lebih kompleks serta pendekatan mekanis yang semakin inovatif, menjadikannya simbol evolusi kreatif brand dalam menggabungkan seni dan teknologi.

Model Poetic Angles Guichets merupakan pengembangan terbaru dari lini “Angles” milik Beda’a yang menghadirkan pendekatan desain berbeda melalui konsep “guichet” atau tampilan jendela (aperture). Berbeda dari jam tangan pada umumnya yang mengandalkan jarum sebagai penunjuk waktu, model ini justru menghilangkan elemen tersebut dan menggantinya dengan dua bukaan kecil pada dial yang berfungsi sebagai indikator waktu. Pendekatan ini tidak hanya menciptakan tampilan yang lebih bersih dan modern, tetapi juga memberikan pengalaman membaca waktu yang lebih unik dan intuitif.

Keunikan utama dari model ini terletak pada sistem dual-aperture, yakni dua jendela yang masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam menampilkan waktu. Salah satu aperture digunakan untuk menunjukkan jam dengan sistem 24 jam yang mengikuti siklus alami siang dan malam, sementara aperture lainnya menampilkan menit dengan cara yang lebih minimalis. Selain itu, desain dial yang sepenuhnya tertutup tanpa kehadiran jarum konvensional memperkuat kesan futuristik sekaligus artistik, menjadikan jam ini terasa lebih seperti instalasi visual dibandingkan alat ukur waktu biasa.

Beda’a Perkenalkan Poetic Angles Guichets Model, Perpaduan Seni dan Arsitektur Modern
Sumber: Beda’a

Lebih dari sekadar inovasi desain, kehadiran Poetic Angles Guichets juga menandai langkah penting bagi Beda’a dalam mengintegrasikan komplikasi mekanis ke dalam koleksi Angles. Ini merupakan pertama kalinya lini tersebut mengusung sistem mekanisme yang lebih kompleks, sehingga menjadikannya sebagai tonggak evolusi brand dalam menggabungkan estetika, teknologi, dan filosofi waktu dalam satu karya yang utuh.

Salah satu daya tarik paling mencolok dari model Angles Guichets karya Beda’a terletak pada pendekatan desainnya yang sangat kental dengan nuansa arsitektural. Casing berbentuk oktagonal yang dirancang dalam tiga lapisan menghadirkan kesan seperti struktur bangunan modern yang kokoh, tersusun rapi, dan penuh presisi. Setiap sudut dan garis pada jam ini terasa dirancang dengan perhitungan matang, menciptakan karakter visual yang tegas namun tetap elegan.

Keunikan tersebut semakin diperkuat oleh desain dial yang mengikuti geometri casing secara menyeluruh. Tidak ada elemen yang terasa terpisah, semua menyatu dalam satu komposisi yang harmonis antara bagian luar dan dalam. Pendekatan ini mencerminkan prinsip utama dalam arsitektur modern, di mana bentuk dan fungsi berjalan beriringan tanpa saling mendominasi. Hasilnya adalah tampilan yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki struktur visual yang kuat dan konsisten.

Selain itu, absennya jarum konvensional memberikan ruang bagi desain untuk tampil lebih bersih dan minimalis. Elemen-elemen yang tidak diperlukan sengaja dihilangkan, sehingga fokus utama tertuju pada bentuk, tekstur, dan permainan ruang pada dial. Kesan futuristik pun semakin terasa, menjadikan jam ini lebih dari sekadar alat penunjuk waktu, melainkan sebuah karya seni kontemporer yang dapat dinikmati dari berbagai sudut pandang, layaknya instalasi arsitektur dalam skala kecil di pergelangan tangan.

Beda’a Perkenalkan Poetic Angles Guichets Model, Perpaduan Seni dan Arsitektur Modern
Sumber: Beda’a

Konsep “poetic time” yang diusung dalam model ini bukan sekadar elemen tambahan, melainkan menjadi inti dari keseluruhan filosofi desain yang dikembangkan oleh Beda’a. Alih-alih menampilkan waktu secara konvensional melalui angka dan jarum, Beda’a menghadirkan pendekatan yang lebih naratif dan visual, sehingga waktu tidak hanya dibaca, tetapi juga dirasakan. Sistem ini dirancang untuk menciptakan hubungan emosional antara pemakai dan pergerakan waktu itu sendiri.

Pada bagian aperture atas, jam ditampilkan melalui representasi pergerakan matahari dan bulan yang berjalan secara perlahan mengikuti siklus 24 jam. Visual ini menggambarkan pergantian siang dan malam secara alami, memberikan sentuhan puitis yang jarang ditemukan pada jam tangan modern. Sementara itu, aperture bawah berfungsi menunjukkan menit melalui indikator panah yang bergerak halus, menjaga keseimbangan antara keindahan visual dan kejelasan fungsi.

Perpaduan kedua elemen ini menciptakan pengalaman membaca waktu yang lebih dalam dan reflektif. Pengguna tidak lagi sekadar melihat angka untuk mengetahui waktu, tetapi diajak untuk memahami waktu sebagai bagian dari ritme kehidupan yang terus mengalir. Dengan pendekatan ini, Beda’a berhasil mengubah persepsi tradisional tentang waktu dari sesuatu yang kaku dan matematis menjadi sebuah perjalanan alami yang penuh makna dan emosi.

Di balik tampilan artistik yang menawan, Angles Guichets dari Beda’a tetap dibangun di atas fondasi teknologi horologi yang presisi. Jam ini ditenagai oleh mesin manual wound Peseux/ETA 7001 yang telah dimodifikasi secara khusus untuk menyesuaikan dengan konsep “poetic time” yang diusung. Modifikasi tersebut tidak hanya bersifat kosmetik, tetapi menyentuh aspek fundamental dari sistem mekanisnya agar mampu menghadirkan cara pembacaan waktu yang berbeda dari jam konvensional.

Salah satu inovasi utama terletak pada pengaturan ulang gear train yang disesuaikan untuk mendukung siklus 24 jam penuh, bukan sistem 12 jam seperti kebanyakan jam tangan. Selain itu, rotasi komponen dibuat lebih lambat guna memungkinkan visualisasi pergerakan siang dan malam yang halus dan natural. Dengan power reserve mencapai sekitar 42 jam, jam ini tetap menawarkan performa yang andal untuk penggunaan sehari-hari. Seluruh penyesuaian ini memastikan bahwa keindahan visual yang ditampilkan tidak mengorbankan akurasi maupun stabilitas mekanis, melainkan justru memperkuat karakter uniknya.

Beda’a Perkenalkan Poetic Angles Guichets Model, Perpaduan Seni dan Arsitektur Modern
Sumber: Beda’a

Tidak hanya unggul dari sisi mekanisme, Beda’a juga memperhatikan detail material untuk menghadirkan kesan premium yang konsisten. Model ini tersedia dalam dua varian utama, yaitu stainless steel dan gold-plated stainless steel, yang masing-masing menawarkan karakter visual berbeda dari kesan modern hingga nuansa klasik yang lebih hangat.

Dengan diameter sekitar 37mm dan ketebalan hanya 6,3mm, jam ini tergolong sangat ramping, memberikan kenyamanan maksimal saat dikenakan tanpa mengurangi kesan elegan. Desain tipis ini juga memperkuat estetika minimalis yang menjadi ciri khasnya.

Untuk melengkapi keseluruhan tampilan, digunakan strap kulit calfskin berkualitas tinggi yang dirancang khusus agar selaras dengan desain casing. Kombinasi ini menciptakan keseimbangan antara kemewahan dan kenyamanan dalam penggunaan sehari-hari. Sementara itu, dial dengan teknik embossed yang mengikuti bentuk geometris casing menambahkan dimensi visual yang kaya, membuat setiap sudut jam terasa hidup dan menarik untuk diamati secara detail.

Model Poetic Angles Guichets dari Beda’a dijadwalkan melakukan debut resminya dalam ajang Geneva Watch Week 2026 yang berlangsung pada April 2026. Momen ini menjadi langkah penting bagi brand tersebut untuk memperkenalkan inovasi terbarunya kepada publik internasional, sekaligus menarik perhatian para kolektor dan pengamat industri horologi.

Sebagai salah satu acara paling bergengsi di dunia jam tangan, Geneva Watch Week dikenal sebagai panggung utama bagi berbagai brand ternama untuk memamerkan teknologi, desain, dan konsep terbaru mereka. Ajang ini tidak hanya menjadi tempat peluncuran produk, tetapi juga ruang kompetisi ide dan kreativitas di antara para pelaku industri.

Partisipasi Beda’a dalam acara ini menunjukkan ambisi dan keseriusan mereka dalam memperluas pengaruh di kancah global. Dengan menghadirkan Poetic Angles Guichets di panggung sebesar ini, Beda’a menegaskan posisinya sebagai salah satu brand independen yang patut diperhitungkan, terutama dalam menghadirkan pendekatan inovatif yang menggabungkan seni, arsitektur, dan teknologi dalam dunia horologi modern.

Model Poetic Angles Guichets dari Beda’a dipasarkan dengan harga sekitar 1.800 CHF atau setara dengan kisaran ± $2.249 USD atau sekitar Rp30 juta – Rp35 juta, menjadikannya relatif kompetitif untuk kategori jam tangan independen dengan pendekatan desain dan mekanisme yang unik. Harga tersebut mencerminkan keseimbangan antara nilai artistik, inovasi teknis, serta kualitas material yang ditawarkan.

Menariknya, berbeda dari banyak rilisan jam independen yang sering hadir dalam jumlah terbatas, model ini justru tidak diposisikan sebagai edisi eksklusif atau limited edition. Beda’a memilih untuk menjadikannya sebagai bagian permanen dari koleksi “Angles”, sehingga ketersediaannya lebih luas dan tidak dibatasi oleh kuota produksi tertentu.

Keputusan ini membuka peluang bagi lebih banyak kolektor maupun pecinta horologi untuk memiliki karya ini tanpa tekanan persaingan yang biasanya terjadi pada produk edisi terbatas. Dengan demikian, Poetic Angles Guichets tidak hanya menjadi simbol inovasi desain, tetapi juga menawarkan aksesibilitas yang lebih inklusif di segmen jam tangan independen premium.

Beda’a Perkenalkan Poetic Angles Guichets Model, Perpaduan Seni dan Arsitektur Modern
Sumber: Beda’a

Peluncuran Poetic Angles Guichets oleh Beda’a bukan sekadar menghadirkan produk baru ke pasar, melainkan menjadi sebuah pernyataan kreatif yang menegaskan arah baru dalam dunia horologi modern. Jam tangan ini merepresentasikan bagaimana sebuah objek fungsional dapat diangkat menjadi medium ekspresi artistik yang sarat makna.

Melalui perpaduan desain arsitektural yang kuat, inovasi mekanisme yang presisi, serta pendekatan “poetic time” yang emosional, Beda’a berhasil menciptakan karya yang melampaui batas tradisional jam tangan. Setiap elemennya dirancang tidak hanya untuk menunjukkan waktu, tetapi juga untuk menghadirkan pengalaman visual dan refleksi yang lebih mendalam bagi penggunanya.

Angles Guichets pun menjadi bukti bahwa di era modern, jam tangan masih memiliki ruang luas untuk berevolusi. Ia tidak lagi sekadar alat penunjuk waktu, melainkan dapat menjadi sebuah karya seni hidup yang menggabungkan teknologi, filosofi, dan estetika dalam satu kesatuan yang harmonis.