Daniel Arsham x Hublot, Jam Tangan Pertama Bertema “Flowing Waters” yang Menyatukan Seni dan Waktu

16
Sumber: Barrington Watch Winders

Baru-baru ini, Hublot sekali lagi mempertegas reputasinya sebagai pelopor inovasi di industri horologi melalui peluncuran karya terbarunya bersama seniman visual ternama asal Amerika Serikat, Daniel Arsham. Karya hasil kolaborasi ini, MP-17 MECA-10 Arsham “Splash” Titanium Sapphire, bukan sekadar jam tangan edisi terbatas, tetapi juga penanda babak baru dalam hubungan antara seni kontemporer dan teknik pembuatan jam tingkat tinggi.

Ini adalah jam pergelangan tangan pertama yang sepenuhnya didesain langsung oleh Arsham, menjadikannya langkah signifikan dalam kariernya sekaligus dalam sejarah Hublot sebagai merek yang selalu berani bereksperimen dengan bentuk dan makna waktu.

Inspirasi utama di balik jam ini adalah bentuk dan gerak air, elemen alam yang selama ini menjadi sumber eksplorasi visual dan filosofis bagi Arsham. Melalui desain yang meniru aliran dan cipratan air, Arsham menciptakan interpretasi unik tentang waktu yang terus mengalir tidak kaku, tidak linier, dan selalu berubah bentuk. Konsep ini kemudian diterjemahkan oleh Hublot ke dalam detail teknik dan material mutakhir, menghadirkan harmoni antara seni dan sains dalam satu objek.

Daniel Arsham x Hublot, Jam Tangan Pertama Bertema “Flowing Waters” yang Menyatukan Seni dan Waktu
Sumber: Hublot

Estetika “flowing waters” bukan hanya sekadar tema visual, melainkan juga cerminan dari filosofi kreatif Arsham yang kerap memadukan ide tentang erosi, metamorfosis, dan perjalanan waktu dalam karyanya. Dalam konteks jam tangan, filosofi ini terasa semakin relevan karena setiap detik yang berlalu sejatinya adalah bagian dari aliran besar waktu yang tak pernah berhenti. Dengan MP-17 “Splash”, Arsham dan Hublot berhasil mengabadikan momen yang seolah membeku di tengah gerak, menjadikan waktu itu sendiri sebagai karya seni yang bisa dikenakan di pergelangan tangan.

MP-17 Arsham Splash bukan produksi massal biasa. Hublot membungkus gagasan artistik Arsham dengan keahlian manufaktur: casing 42mm yang organik, bezel bertekstur berbahan sapphire box-shaped frosted, dan bukaan dial berbentuk “splash” yang menampilkan mekanisme Hublot Meca-10 versi yang diperkecil semuanya dirancang agar tampak seperti fragmen air yang membeku di pergelangan tangan. Model ini dibatasi hanya 99 unit dan dipasarkan secara eksklusif melalui butik Hublot dan pengecer resmi dengan harga di kisaran puluhan ribu euro/dolar, menempatkannya sebagai objek koleksi yang juga bernilai seni.

Daniel Arsham dikenal luas lewat karya “fictional archaeology”-nya: objek-objek modern yang ia “erosi” sehingga tampak seperti artefak dari masa depan. Dalam kolaborasi ini, Arsham mengalihkan obsesi itu ke motif air. Alih-alih mengikuti siluet jam klasik yang simetris, Arsham mendesain sebuah wadah yang terlihat seperti cipratan air yang membeku bezel sapphire berkontur yang tampak kabur (frosted) dan permukaan casing yang mengalir. Hasilnya adalah jam yang terasa organik, asimetris, namun masih nyaman dipakai. Arsham sendiri menyatakan ia tertarik pada “fluidity of time” gagasan bahwa waktu tidak melaju lurus melainkan seperti aliran dan desain ini mewujudkan narasi tersebut secara visual.

Bukan hanya bentuk; bahasa warna juga memainkan peran. Aksen “Arsham green” hadir di jarum, angka, dan indikator daya, memberi kontras halus terhadap palet titanium-sapphire yang dingin. Detail kecil seperti motif monogram Arsham pada tali karet, serta baut H-screw khas Hublot menegaskan bahwa ini adalah pertemuan estetika dua identitas: Arsham sebagai seniman, dan Hublot sebagai manufaktur jam yang bereksperimen.

Dari sisi horologi, kolaborasi ini tidak sekadar soal tampilan. Hublot menyematkan mesin in-house HUB1205 (Meca-10) yang telah diperkecil agar muat dalam kasus 42 mm. Ini adalah movement manual-winding dengan cadangan daya panjang disebutkan memiliki hingga 240 jam (10 hari) pada beberapa referensi Meca-10 dan komponen-komponennya dapat dinikmati lewat bukaan dial serta sapphire caseback.

Integrasi movement yang terlihat ini memperkuat konsep “wearable sculpture”: mekanik jam menjadi bagian dari narasi artistik, bukan sekadar fungsi tersembunyi. Walau demikian, spesifikasi teknis lengkap (misalnya angka pasti cadangan daya di model ini, material pangkal gerakan, atau beberapa finishing) bisa berbeda di tiap publikasi; Hublot sebagai sumber resmi tetap menjadi rujukan utama untuk detail teknis yang paling akurat.

Daniel Arsham x Hublot, Jam Tangan Pertama Bertema “Flowing Waters” yang Menyatukan Seni dan Waktu
Sumber: The Hour Glass

Konsep “Art of Fusion” milik Hublot sangat nyata pada MP-17 Arsham Splash. Perpaduan titanium (casing), sapphire (bezel box-shaped frosted), dan strap karet bertekstur mencerminkan pendekatan material yang kontras namun saling melengkapi.

Hublot juga menyorot proses pengembangan sapphire sintetisny bukan hanya sebagai kaca pelindung, tetapi sebagai elemen bentuk yang mampu menahan beban mekanis sekaligus menampilkan tekstur artistik yang diinginkan Arsham. Bezel sapphire bertumpuk dan bertekstur inilah yang memberi kesan seperti air yang membeku, sebuah efek yang sulit dicapai tanpa kontrol manufaktur tingkat tinggi.

Packaging atau kotak presentasi juga mendapatkan sentuhan artistik: desain box yang mengikuti motif “splash” memperlakukan keseluruhan paket sebagai bagian dari karya. Ini penting karena untuk collector’s piece, kotak dan sertifikat seringkali ikut mempengaruhi nilai estetika dan kelengkapan kepemilikan.

Hublot membatasi produksi hanya 99 unit langkah yang lumrah untuk kolaborasi antara brand horologi dan seniman besar, karena kelangkaan menambah nilai kolektibilitas. Harga ritel yang dilaporkan media berbeda-beda menurut konversi dan pasar, namun angka yang beredar berada di sekitar €69.000 atau sekitar Rp1,17 miliar setara dengan US$69.000 atau sekitar Rp1,07 miliar. Penjualan dilakukan eksklusif di butik Hublot dan pengecer resmi, menegaskan positioning jam ini sebagai produk high-end untuk kolektor seni dan penggemar horologi.

Target pasar jam ini bukan hanya penggemar Daniel Arsham, tetapi juga kolektor jam usai yang mencari perpaduan cerita artistik dan teknik tinggi mereka yang ingin memiliki objek yang punya nilai estetika, narasi, dan kelangkaan yang jelas. Sebagai perbandingan, kolaborasi Arsham sebelumnya dengan Hublot dalam format Droplet pocket watch juga hadir dalam jumlah terbatas dan menyasar audiens serupa.

Daniel Arsham adalah seniman Amerika yang terkenal lewat seri “Future Relics” objek-objek sehari-hari yang dibuat tampak tererosi atau terfosilkan sehingga seperti barang antik dari masa depan. Karya-karyanya sering dimainkan di ruang instalasi, fashion, dan kolaborasi komersial. Kerjasama sebelumnya dengan Hublot (seperti Arsham Droplet pocket watch) sudah memberi pondasi, dan MP-17 Arsham Splash adalah langkah untuk membawa bahasa artistiknya ke format jam pergelangan tangan yang lebih fungsional dan sehari-hari.

MP-17 MECA-10 Arsham Splash Titanium Sapphire adalah contoh kuat bagaimana jam tangan hari ini bisa menjadi lebih dari alat baca waktu: ia adalah medium ekspresi artistik, platform inovasi material, dan komoditas kolektor. Bagi Hublot, kolaborasi ini memperkuat citra brand sebagai pionir “Art of Fusion”; bagi Arsham, ini adalah ekspansi naratif seni ke dunia horologi. Bagi pembeli, ini adalah kesempatan memiliki “artefak waktu” yang menggabungkan estetika cair, teknik manufaktur, dan cerita yang kaya tentu dengan harga dan kelangkaan yang sesuai.