Ferrari 250 GTO tidak pernah dipandang hanya sebagai mobil kolektor, model ini telah menjelma menjadi ikon yang dihormati dalam sejarah otomotif dunia. Setiap unitnya memiliki cerita, namun salah satu yang paling langka dan paling menarik perhatian adalah Ferrari 250 GTO keluaran 1962 dengan warna putih orisinil pabrik, yang dijuluki Bianco Speciale.
Mobil langka ini dijadwalkan tampil di ajang lelang bergengsi Mecum Kissimmee 2026 di Florida. Para pengamat menilai, nilai jualnya berpotensi melesat hingga menembus angka fantastis dan bisa menjadi salah satu mobil termahal yang pernah terjual di pelelangan bahkan tak menutup kemungkinan memecahkan rekor dunia yang ada saat ini.
Ferrari 250 GTO 1962 yang dijuluki Bianco Speciale memiliki daya tarik yang sulit ditandingi. Mobil ini merupakan satu-satunya unit 250 GTO yang keluar dari pabrik dengan warna putih (factory white), menjadikannya berbeda dari mayoritas 250 GTO lain yang identik dengan warna merah khas Ferrari. Keunikan tersebut semakin bernilai karena mobil ini memiliki riwayat balap yang impresif, ia pernah turun di berbagai ajang klasik dan dikendarai oleh nama-nama besar seperti Roy Salvadori, Graham Hill, Jack Sears, hingga Mike Parkes. Lebih dari sekadar tampil eksklusif, Bianco Speciale juga mempertahankan banyak komponen orisinal, mulai dari transmisi manual 5-percepatan, mesin V12 2953cc yang legendaris, hingga paket mesin cadangan yang masih menyertainya. Perpaduan kelangkaan warna, rekam jejak balap yang bersejarah, dan kondisi autentik tanpa restorasi penuh inilah yang membuat mobil ini diburu para kolektor kelas dunia dan menempatkannya di posisi istimewa dalam dunia lelang mobil klasik.

Ferrari 250 GTO lahir pada awal 1960-an sebagai senjata andalan Ferrari untuk mendominasi ajang International GT Championship. Dibangun dengan tujuan murni balap, model ini hanya diproduksi sebanyak 36 unit antara tahun 1962 hingga 1964, angka yang sangat terbatas dan langsung menjadikannya salah satu mobil paling langka di dunia. Setiap unit dianggap sebagai karya seni mekanis yang memiliki nilai historis tinggi. Eksklusivitas tersebut diperkuat oleh reputasinya di lintasan, 250 GTO dibekali mesin V12 bertenaga sekitar 300 hp dan desain bodi aerodinamis yang membuatnya mampu melaju stabil pada kecepatan tinggi. Tak heran jika mobil ini mendominasi berbagai kompetisi pada masanya dan meninggalkan warisan balap yang sangat dihormati.
Seiring berjalannya waktu, 250 GTO tidak hanya dipandang sebagai ikon balap, tetapi juga sebagai aset investasi bernilai luar biasa. Dari harga awal sekitar 18.000 dolar AS atau sekitar Rp279 juta pada tahun 1962, nilainya kini melonjak menjadi puluhan bahkan ratusan juta dolar dalam pelelangan publik. Karena kombinasi kelangkaan, performa, dan sejarah kemenangan yang melekat padanya, Ferrari 250 GTO menjadi tolok ukur harga di dunia mobil klasik dan beberapa unitnya berkali-kali mencetak rekor sebagai salah satu mobil termahal yang pernah terjual.
Pasar lelang mobil klasik mencatat banyak momen bersejarah, dan Ferrari 250 GTO berada di barisan terdepannya. Sepanjang tahun, model ini beberapa kali memecahkan rekor harga, membuktikan betapa tingginya minat kolektor terhadapnya. Pada 2018, sebuah 250 GTO produksi 1962 terjual di ajang RM Sotheby’s Monterey, Amerika Serikat, dengan harga fantastis mencapai 48,4 juta dolar AS atau sekitar Rp750 miliar setelah biaya lelang. Angka tersebut langsung menempatkannya sebagai salah satu mobil termahal yang pernah dilelang secara resmi pada saat itu. Beberapa tahun kemudian, catatan mengesankan kembali terjadi ketika unit lain 250 GTO berhasil terjual sekitar 51,7 juta dolar AS atau sekitar Rp801 miliar pada 2023, semakin mengukuhkan statusnya sebagai primadona di pasar mobil kolektor.

Di luar pelelangan publik, nilai Ferrari 250 GTO bahkan disebut-sebut bisa lebih tinggi lagi. Dalam transaksi privat, ada laporan bahwa satu unit pernah berpindah tangan dengan harga mendekati 70 juta dolar AS atau sekitar Rp1,08 miliar angka yang sulit dipercaya, namun mencerminkan betapa eksklusifnya model ini di mata kolektor kelas atas. Meski begitu, rekor mobil termahal di dunia saat ini dipegang oleh Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coupe 1955 yang terjual sekitar 143 juta dolar AS atau sekitar Rp2,21 miliar pada lelang tahun 2022.
Dengan catatan rekor yang luar biasa tersebut, perhatian pun kini tertuju pada Ferrari 250 GTO 1962 Bianco Speciale yang segera dilelang. Banyak pihak penasaran apakah mobil langka ini mampu melampaui capaian unit-unit sebelumnya dan kembali menempatkan nama Ferrari di puncak daftar mobil termahal dunia.
Mecum Kissimmee 2026 yang digelar di Osceola Heritage Park, Florida, bukan hanya sekadar ajang lelang mobil biasa. Acara ini dikenal sebagai salah satu panggung lelang terbesar di dunia, tempat para kolektor dari berbagai negara berkumpul untuk memburu mobil-mobil klasik paling bergengsi. Setiap tahun, ribuan unit kendaraan bernilai tinggi dipamerkan, dan persaingan penawaran yang terjadi sering kali menghasilkan angka penjualan yang fantastis.

Di sinilah Ferrari 250 GTO 1962 Bianco Speciale akan tampil pada Januari 2026. Kehadirannya sudah lebih dulu menimbulkan antusiasme besar di kalangan pecinta dan kolektor mobil klasik. Banyak analis pasar meyakini bahwa kondisi mobil yang masih mempertahankan banyak komponen asli, dipadukan dengan sejarah balapnya serta kelangkaan warna putih pabrik, dapat mendorong harga lelangnya melambung tinggi. Tidak sedikit yang memprediksi, nilai akhirnya berpotensi melampaui capaian unit 250 GTO lainnya dan mungkin saja menulis bab baru dalam sejarah lelang mobil dunia.
Tak mengherankan jika Ferrari 250 GTO Bianco Speciale menjadi incaran para kolektor papan atas. Faktor utamanya terletak pada tingkat kelangkaannya yang luar biasa, mobil ini merupakan satu-satunya 250 GTO yang keluar dari pabrik dengan warna putih, menjadikannya semacam “holy grail” bagi para penggemar Ferrari yang menyukai sesuatu yang benar-benar unik. Keistimewaannya semakin lengkap karena mobil ini bukan sekadar koleksi statis; Bianco Speciale memiliki riwayat turun di lintasan balap dan pernah dikendarai oleh sejumlah pembalap ternama pada era 1960-an.
Selain itu, kondisinya yang masih mempertahankan banyak komponen asli tanpa mengalami restorasi total membuatnya semakin bernilai di mata pasar lelang, karena orisinalitas adalah salah satu faktor terpenting dalam menentukan harga. Ditambah lagi, mobil klasik kelas super premium seperti ini sering dipandang sebagai instrumen investasi, dengan nilai yang relatif stabil dan cenderung meningkat signifikan dari waktu ke waktu. Semua kombinasi tersebut menjelaskan mengapa antusiasme terhadap Bianco Speciale begitu besar jelang dilelangnya mobil langka ini.
Ferrari 250 GTO 1962 Bianco Speciale berdiri bukan hanya sebagai mobil klasik, tetapi sebagai simbol warisan, prestise, dan status tertinggi di dunia otomotif. Kelangkaannya yang ekstrem, rekam jejak balap yang bersejarah, kondisi orisinal yang masih terjaga, serta performa khas Ferrari membuatnya berada di liga yang benar-benar berbeda. Dengan seluruh faktor tersebut menyatu, peluang mobil ini untuk memecahkan rekor harga di ajang Mecum Kissimmee 2026 terbuka sangat lebar dan mungkin saja akan menulis bab baru dalam sejarah lelang mobil klasik dunia.
Saat dunia otomotif menanti hari pelelangan itu tiba, satu pertanyaan besar terus menggema, hingga berapa juta dolar atau bahkan triliun rupiah nilai akhir yang bersedia dibayarkan kolektor untuk memiliki Bianco Speciale?
- Emma Stone Bantah Rumor Akan Memerankan Miss Piggy di Film Baru Bersama Jennifer Lawrence - Jan 7, 2026
- Ferrari 250 GTO 1962 Langka Siap Dilelang, Berpotensi Pecahkan Rekor Dunia - Jan 6, 2026
- Jacob Elordi Raih Penghargaan Akting Besar Perdana di Critics Choice Awards Lewat “Frankenstein” - Jan 5, 2026









