Keanggunan La Regatta Dihidupkan Kembali oleh L’Epée 1839 Melalui Métiers d’Art

8
Sumber: L’Epée 1839

Pada awal tahun 2026, dunia horologi kembali dibuat terpukau dengan kehadiran La Regatta Métiers d’Art, koleksi terbaru dari L’Epée 1839 pembuat jam meja legendaris asal Swiss yang telah lama dikenal akan kemampuannya menyatukan seni rupa, inovasi teknik, dan presisi manufaktur tingkat tinggi. Peluncuran ini segera menjadi sorotan karena menghadirkan lebih dari sekadar penunjuk waktu, ia tampil sebagai ekspresi artistik yang matang dan penuh makna.

Lebih dari sekadar pembaruan dari seri La Regatta yang ikonik, koleksi Métiers d’Art ini merupakan reinterpretasi mendalam yang mengangkat nilai keanggunan dan ketenangan sebagai inti desainnya. Setiap detail dikerjakan melalui teknik Métiers d’Art yang langka dan kompleks, mencerminkan dedikasi tinggi terhadap keterampilan tangan tradisional yang semakin jarang ditemui. Hasilnya adalah sebuah karya horologi yang berdiri di persimpangan antara fungsi, estetika, dan seni tinggi menegaskan posisi L’Epée 1839 sebagai penjaga warisan jam meja mewah yang relevan di era modern.

La Regatta hadir bukan hanya sebagai jam meja, melainkan sebagai representasi artistik dari olahraga sculling yang identik dengan gerakan lembut, ritmis, dan penuh keseimbangan. Siluetnya yang memanjang dan ramping terinspirasi dari bentuk perahu balap yang meluncur anggun di atas air, mencerminkan ketenangan sekaligus presisi dalam setiap tarikan dayung. Filosofi tersebut diterjemahkan ke dalam desain horologis yang bersifat menyeluruh bukan sekadar tampilan visual, tetapi juga pengalaman emosional yang mengekspresikan harmoni antara ritme, fokus, dan ketenangan hidup.

Keanggunan La Regatta Dihidupkan Kembali oleh L’Epée 1839 Melalui Métiers d’Art
Sumber: L’Epée 1839

Arsitektur vertikalnya yang terbuka sepenuhnya, dengan rangkaian roda gigi tersusun rapi pada satu sumbu, menghadirkan analogi kuat dengan postur seorang atlet dayung yang tegak dan terkonsentrasi, di mana barrel ditempatkan di bagian bawah dan escapement di puncak jam, menciptakan keseimbangan visual yang selaras dengan dinamika tubuh manusia dalam sebuah perlombaan.

Keistimewaan utama La Regatta Métiers d’Art tidak hanya terletak pada desainnya, tetapi pada penerapan Métiers d’Art yang menjadikannya sebuah karya seni sejati, dengan Grand Feu enameling sebagai teknik utama. Metode ini dikenal sebagai salah satu teknik enamel paling tua, paling menantang, sekaligus paling prestisius dalam dunia horologi dan seni kaca. Prosesnya menuntut ketelitian ekstrem, di mana lapisan enamel diaplikasikan secara bertahap lalu dibakar berulang kali pada suhu sangat tinggi sekitar 700 hingga 750 derajat Celsius. Kesalahan sekecil apa pun, baik dalam pengaturan suhu maupun durasi pembakaran, dapat merusak seluruh hasil kerja dan memaksa pengrajin untuk mengulang dari awal.

Untuk mencapai kedalaman warna, kilau cahaya, dan efek visual yang diinginkan, satu elemen enamel kerap melewati lebih dari belasan tahap pembakaran. Hasil akhirnya adalah permukaan yang terasa “hidup”, dengan permainan cahaya yang lembut dan dinamis, seolah memantulkan kilau air yang bergerak di bawah sinar matahari. Selain Grand Feu, koleksi ini juga memadukan teknik enamel tingkat tinggi lainnya, seperti cloisonné, yang memanfaatkan kawat emas halus untuk membentuk batas warna bermotif gelombang laut; flinqué, yang mengkombinasikan pola guilloché presisi dengan enamel transparan untuk menciptakan efek kedalaman visual; serta plique-à-jour, teknik langka yang menyerupai kaca patri dan memungkinkan cahaya menembus lapisan enamel tanpa latar logam. Seluruh pengerjaan artistik ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan atelier David Kakabadze Enamel dari Georgia, sebuah nama yang diakui secara internasional atas keahlian enamel manualnya, sehingga setiap La Regatta Métiers d’Art hadir sebagai karya unik yang tidak pernah benar-benar dapat disalin ulang.

Dalam peluncuran La Regatta Métiers d’Art, L’Epée 1839 menghadirkan tiga interpretasi artistik yang masing-masing menampilkan karakter dan pendekatan visual berbeda, namun tetap berpijak pada filosofi desain yang sama. Setiap versi dirancang sebagai ekspresi unik dari hubungan antara cahaya, air, dan gerak, yang diterjemahkan melalui teknik enamel tingkat tinggi. La Regatta Umi, yang namanya diambil dari kata “laut” dalam bahasa Jepang, menampilkan visualisasi ombak yang terpecah melalui penerapan cloisonné enamel berpadu dengan paillons perak, menghasilkan komposisi yang terasa hidup, dinamis, namun tetap anggun layaknya pergerakan alami air.

Keanggunan La Regatta Dihidupkan Kembali oleh L’Epée 1839 Melalui Métiers d’Art
Sumber: L’Epée 1839

La Regatta Blue Horizon menghadirkan kesan kedalaman dan keluasan samudra lewat enamel flinqué berwarna biru yang diaplikasikan di atas pola guilloché halus, menciptakan permukaan berkilau yang berubah nuansa seiring jatuhnya cahaya dan memberi dimensi visual yang kaya. Sementara itu, La Regatta Prism menjadi interpretasi paling ekspresif dengan penggunaan teknik plique-à-jour, membentuk panel menyerupai mosaik kaca patri yang memantulkan cahaya secara dramatis, menciptakan ritme visual yang kuat dan kontras elegan dengan struktur vertikal jam yang tenang dan terkontrol.

Di balik keindahan artistiknya, La Regatta Métiers d’Art tetap menegaskan reputasi L’Epée 1839 sebagai pembuat jam meja dengan standar teknik tinggi dan ketangguhan mekanik yang teruji. Jam ini ditenagai oleh kaliber in-house yang mampu beroperasi hingga delapan hari penuh tanpa perlu pengisian ulang, mencerminkan komitmen kuat terhadap fungsionalitas jangka panjang dan keandalan penggunaan. Mekanismenya bekerja pada frekuensi 2,5Hz atau 18.000 getaran per jam, didukung oleh 26 batu permata yang berfungsi meminimalkan gesekan sekaligus menjaga kestabilan akurasi waktu. Untuk meningkatkan daya tahan, sistem pelindung Incabloc turut disematkan guna melindungi komponen keseimbangan dari guncangan tak terduga. Dengan tinggi mencapai lebih dari 518 milimeter, La Regatta Métiers d’Art melampaui peran jam meja konvensional dan tampil layaknya sebuah patung horologi sebuah pernyataan visual yang mempertemukan seni, skala, dan presisi rekayasa dalam satu kesatuan harmonis.

Nama L’Epée 1839 telah lama tertanam kuat dalam sejarah horologi Swiss. Didirikan pada tahun 1839 oleh Auguste L’Epée, manufaktur ini tumbuh melewati berbagai era perkembangan jam tangan dan jam meja, serta dikenal luas atas kontribusinya dalam pengembangan teknik escapement dan penciptaan jam dengan standar kualitas tinggi. Reputasi tersebut dibangun melalui konsistensi dalam presisi, inovasi mekanik, dan penghormatan terhadap keterampilan tradisional yang terus dijaga hingga kini.

Seri La Regatta sendiri awalnya diperkenalkan sebagai jam meja yang menyatukan fungsi penunjuk waktu dengan estetika desain yang kuat. Namun, interpretasi Métiers d’Art yang dihadirkan dalam edisi terbaru ini mengangkat koleksi tersebut ke tingkat yang jauh lebih eksklusif. Penerapan teknik enamel yang sangat kompleks, kolaborasi dengan perajin seni berpengalaman, serta pendekatan one-of-one menjadikan setiap karya benar-benar unik dan tak tergantikan. Kombinasi inilah yang membuat La Regatta Métiers d’Art bukan sekadar objek koleksi, melainkan mahakarya horologi yang diburu para kolektor dan penikmat seni kelas atas di seluruh dunia.

Keanggunan La Regatta Dihidupkan Kembali oleh L’Epée 1839 Melalui Métiers d’Art
Sumber: L’Epée 1839

Sebelumnya, model standar La Regatta dipasarkan pada rentang harga sekitar US$26.500 hingga US$33.000 atau sekitar Rp416 juta hingga Rp518 juta, menempatkannya di segmen jam meja mewah dengan nilai desain dan teknik tinggi. Namun, edisi La Regatta Métiers d’Art berada pada level yang jauh lebih eksklusif. Setiap unit dikerjakan sebagai karya unik satu-per-satu dan dibuat berdasarkan permintaan khusus, dengan tingkat kustomisasi serta kompleksitas pengerjaan yang jauh melampaui versi reguler, sehingga secara alami menempatkannya di kelas harga yang lebih tinggi.

Pendekatan ini semakin menegaskan posisi L’Epée 1839 sebagai produsen jam meja ultra-mewah yang melampaui fungsi dasar penunjuk waktu. Melalui perpaduan horologi presisi dan seni tingkat tinggi, setiap karyanya hadir sebagai objek koleksi bernilai artistik, ditujukan bagi para kolektor, penikmat desain, dan mereka yang memandang waktu bukan sekadar ukuran, melainkan pengalaman dan ekspresi estetika yang abadi.

La Regatta Métiers d’Art menegaskan visi L’Epée 1839 dalam menghadirkan jam meja yang melampaui batas fungsi dan estetika semata. Karya ini menjadi medium penceritaan yang kaya akan makna, merangkum konsep keseimbangan, ritme, serta keterhubungan manusia dengan alam melalui bahasa desain dan teknik artistik yang halus. Penerapan teknik enamel tradisional dengan lapisan warna dan tekstur yang mendalam menghadirkan dimensi visual yang bukan hanya sedap dipandang, tetapi juga mampu membangkitkan resonansi emosional bagi siapa pun yang mengamatinya.

Dengan menyatukan keindahan Métiers d’Art, presisi mekanik tingkat tinggi, dan filosofi desain yang terilhami dari gerakan lembut olahraga sculling, La Regatta Métiers d’Art berdiri sebagai pernyataan kuat bahwa horologi sejati adalah seni tentang waktu sebuah warisan kreatif yang terus relevan, bernilai, dan tak pernah kehilangan maknanya seiring berjalannya zaman.