Baru-baru ini, sebuah unit Lamborghini LM002 tahun 1987 berhasil melampaui nilai estimasi lelang dan mencatat penjualan spektakuler sebesar USD 400.000 atau sekitar Rp6,5 miliar melalui platform lelang ternama Bring A Trailer. Penawaran tertinggi datang dari pengguna dengan nama countachdreams, yang berhasil memenangkan persaingan setelah puluhan tawaran diajukan dalam waktu singkat.
Angka tersebut bukan hanya mencerminkan nilai pasar yang terus meningkat untuk model LM002, tetapi juga menegaskan betapa besarnya minat terhadap mobil-mobil eksotik klasik yang memiliki sejarah dan karakter kuat.
Unit LM002 ini langsung menjadi sorotan utama di kalangan kolektor dan media otomotif internasional, karena statusnya yang ultra-langka diproduksi hanya sekitar 300 unit di seluruh dunia selama periode 1986–1993. Dalam sejarah Lamborghini, LM002 dikenal sebagai eksperimen berani yang memadukan DNA supercar V12 dari Countach dengan kemampuan off-road ekstrem, menjadikannya pelopor konsep “super SUV” jauh sebelum era Lamborghini Urus.
Faktor kelangkaan, kondisi kendaraan yang masih terjaga, serta nilai historisnya sebagai salah satu proyek paling eksentrik dari pabrikan Italia tersebut membuat hasil lelang ini menjadi perbincangan hangat di komunitas otomotif. Tidak hanya di forum penggemar Lamborghini, tetapi juga di berbagai platform berita otomotif global seperti Hypebeast, Maxim, dan Robb Report, yang menyoroti bagaimana “Rambo Lambo” julukan ikonik LM002 kembali mencuri perhatian setelah hampir empat dekade sejak pertama kali diperkenalkan.
Lamborghini LM002 bukan sekadar SUV mewah. Ia lahir dari ambisi besar dan eksperimen berani di era 1980-an masa ketika Lamborghini mencoba menembus pasar kendaraan militer. Akar dari model ini bisa ditelusuri ke proyek Cheetah pada tahun 1977, prototipe off-road yang dirancang untuk menarik minat militer Amerika Serikat. Sayangnya, proyek itu gagal karena masalah teknis dan konflik dengan pemasok mesin.

Namun, kegagalan tersebut justru menjadi titik tolak lahirnya LM002. Setelah hak atas proyek Cheetah kembali ke Lamborghini, mereka memutuskan untuk mengembangkan kendaraan serupa tetapi dengan pendekatan berbeda: bukan sekadar mobil militer, melainkan SUV super-premium yang bisa menaklukkan gurun sekaligus tampil di hotel-hotel bintang lima.
Ketika akhirnya diperkenalkan secara resmi pada Geneva Motor Show 1986, LM002 langsung mencuri perhatian publik dunia. Bodi kotaknya yang besar, ban raksasa Pirelli Scorpion yang dikhususkan untuk medan ekstrem, dan mesin V12 5.2 liter dari Lamborghini Countach menjadikannya kendaraan yang tak pernah ada sebelumnya. Tak heran jika media menjulukinya “Rambo Lambo”, karena tampilannya yang garang, kekuatannya yang luar biasa, dan aura mewah yang tetap kental seolah menggabungkan karakter Sylvester Stallone dalam wujud mobil.
LM002 bisa dianggap sebagai nenek moyang dari SUV modern Lamborghini seperti Urus. Pada masanya, kendaraan ini benar-benar tidak masuk akal: berat hampir tiga ton, mesin supercar V12 di depan, dan kemampuan off-road setara kendaraan militer. Ia bisa melesat dari 0–100 km/jam dalam sekitar 7,8 detik angka yang luar biasa untuk mobil sebesar itu di era 1980-an.
Interiornya juga menunjukkan ciri khas Lamborghini: balutan kulit premium, panel kayu eksklusif, dan sistem audio kelas atas. Meskipun dikemas dalam tubuh yang tampak kasar, LM002 dirancang untuk para miliarder, bangsawan Timur Tengah, hingga selebritas Hollywood. Beberapa nama terkenal yang pernah memiliki LM002 antara lain Sylvester Stallone, Mike Tyson, dan sultan-sultan di kawasan Teluk Arab.
Produksi mobil ini sangat terbatas, hanya sekitar 328 unit selama periode 1986–1993, menjadikannya salah satu model paling langka dalam sejarah Lamborghini. Karena itu, setiap unit yang muncul di pasar lelang otomatis memicu perang penawaran di antara para kolektor mobil klasik.
Unit Lamborghini LM002 tahun 1987 yang dilelang di Bring A Trailer tampil dengan kombinasi warna silver-over-beige yang elegan. Dalam deskripsi lelangnya, mobil ini disebut memiliki kondisi yang relatif orisinal dengan mekanika yang masih lengkap dan berfungsi baik. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para kolektor, mengingat banyak unit LM002 lain yang sudah mengalami modifikasi besar atau restorasi yang mengubah karakter aslinya.

Lelang berakhir pada 1 Oktober 2025 pukul 10:20 waktu Pasifik (PT), dengan pengguna bernama countachdreams keluar sebagai pemenang setelah mengajukan tawaran tertinggi senilai USD 400.000 atau sekitar Rp6,5 miliar. Total tercatat ada 22 penawaran selama periode lelang, menandakan tingginya minat terhadap SUV klasik eksotis ini. Berdasarkan laporan Carfax, terdapat dua entri pada Maret 2025 yang diduga berkaitan dengan pemeliharaan rutin atau perubahan kepemilikan sebelum akhirnya kendaraan ini dilelang.
Dari sisi analisis hasil, harga USD 400.000 atau sekitar Rp6,5 miliar tersebut menunjukkan nilai signifikan untuk sebuah SUV klasik berstatus ultra-langka, meskipun belum menjadi rekor tertinggi bagi model LM002. Berdasarkan data Hypebeast, Maxim, dan Bring A Trailer, beberapa penjualan dengan nilai lebih tinggi sempat terjadi sebelumnya. Misalnya, sebuah Lamborghini LM002A tahun 1989 terjual seharga USD 703.500 atau sekitar Rp11,4 miliar di lelang RM Sotheby’s pada Agustus 2024. Sementara itu, unit LM002 1988 lainnya mencatat harga sekitar USD 434.060 atau sekitar Rp7,1 miliar pada lelang yang sama di bulan Juni 2024.
Menurut catatan Classic.com, nilai pasar rata-rata (benchmark) untuk model LM002 saat ini berada di kisaran USD 419.330 atau sekitar Rp6,8 miliar, tergantung pada kondisi fisik, riwayat perawatan, dan keaslian komponen. Dengan demikian, harga USD 400.000 atau sekitar Rp6,5 miliar untuk unit tahun 1987 ini tergolong kompetitif dan wajar, terutama mengingat keaslian unit serta reputasinya yang masih terjaga. Dalam konteks pasar kolektor, harga ini memperkuat posisi LM002 sebagai salah satu SUV klasik paling berharga di dunia, menyaingi ikon-ikon seperti Range Rover Classic dan Mercedes-Benz G-Class era awal.
Empat dekade sejak kemunculan pertamanya, Lamborghini LM002 kini dianggap sebagai salah satu tonggak sejarah paling penting dalam dunia SUV mewah. Di masa ketika kebanyakan produsen mobil masih fokus pada sedan dan sportscar, Lamborghini sudah berani menghadirkan kendaraan berotot dengan kapasitas mesin V12 dan kemampuan off-road ekstrem. Langkah berani itu sempat dianggap gila, tetapi kini terbukti visioner karena konsep “super SUV” yang dulu terasa mustahil kini menjadi tren global.
Kehadiran Lamborghini Urus pada tahun 2018 menjadi bukti nyata bagaimana warisan LM002 tetap hidup di DNA Lamborghini. Urus memang lebih modern, efisien, dan sesuai kebutuhan pasar masa kini, tetapi semangat brutal dan eksklusivitas yang tertanam pada LM002 tetap menjadi identitas utama SUV Lamborghini. Banyak penggemar menyebut Urus sebagai the spiritual successor dari LM002 meskipun tak sedikit yang menilai, tidak ada yang bisa menandingi karisma asli “Rambo Lambo” dengan mesin Countach-nya yang legendaris.

Dalam beberapa tahun terakhir, pasar mobil klasik dan kolektor menunjukkan lonjakan minat terhadap model-model ikonis dari era 1980-an hingga 1990-an. LM002 menjadi salah satu yang paling diincar, bukan hanya karena kelangkaannya, tetapi juga karena cerita dan kepribadiannya yang unik.
Data dari Classic.com menunjukkan bahwa nilai pasar rata-rata LM002 kini berada di kisaran USD 419.000 atau sekitar Rp6,8 miliar angka yang naik hampir tiga kali lipat dibanding satu dekade lalu. Bahkan, penjualan seperti unit LM002A 1989 seharga USD 703.500 atau sekitar Rp11,4 miliar di RM Sotheby’s memperlihatkan bagaimana harga SUV ini terus menanjak, seiring meningkatnya permintaan untuk kendaraan klasik berprestise.
Bagi para kolektor otomotif, LM002 tidak hanya menjadi simbol gaya hidup eksklusif, tetapi juga aset investasi jangka panjang. Nilainya cenderung stabil dan meningkat dari waktu ke waktu, terutama untuk unit yang masih mempertahankan orisinalitas mesin dan interior. Selain itu, faktor nostalgia terhadap era 1980-an dan aura “brutal luxury” yang dimilikinya membuat permintaan tetap tinggi, meskipun jumlah unit di pasar sangat terbatas.
Penjualan Lamborghini LM002 tahun 1987 seharga USD 400.000 atau sekitar Rp6,5 miliar di Bring A Trailer pada Oktober 2025 kembali menegaskan posisi SUV ini sebagai ikon abadi dalam sejarah otomotif dunia. Di tengah gempuran mobil listrik dan tren teknologi otonom, LM002 berdiri sebagai pengingat bahwa emosi dan karakter tetap memiliki tempat istimewa dalam dunia otomotif.
Dengan produksi yang sangat terbatas, performa ekstrem, dan nilai sejarah yang kuat, LM002 akan terus menjadi bintang di setiap lelang mobil klasik, baik di Amerika, Eropa, maupun Timur Tengah. Ia bukan hanya representasi dari keberanian Lamborghini untuk berpikir berbeda, tetapi juga bukti bahwa keunikan selalu memiliki nilai yang tak ternilai.
Bagi para kolektor dan penggemar sejati, “Rambo Lambo” bukan sekadar SUV ia adalah simbol kebebasan, eksentrisitas, dan warisan Italia yang berani melawan arus waktu.








