Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Akhir Tahun 5,8 Persen

52

“Laju inflasi yang cenderung bergelombang akan mempengaruhi daya beli, dan memperlambat konsumsi rumah tangga secara signifikan,” ujarnya dalam rilis tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Ayu menjelaskan konsumsi dapat sedikit meningkat menjelang Lebaran karena adanya permintaan musiman, serta persiapan untuk penyelenggaraan pemilihan umum menjelang akhir tahun.

“Pertumbuhan di triwulan IV dapat sedikit pulih karena meningkatnya pengeluaran dalam persiapan untuk pemilihan umum dapat memberikan dorongan kepada permintaan domestik,” ujarnya.

Ayu mengatakan angka pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2013 sebesar 5,81 persen (yoy) merupakan angka terendah sejak September 2010, dan hal itu karena laju konsumsi mulai moderat karena adanya ekspektasi inflasi akibat kenaikan harga bensin.

“Konsumsi rumah tangga melambat 5,06 persen (yoy) sedikit dibawah perkiraan kami 5,11 persen, dan lebih rendah dibandingkan triwulan lalu di 5,17 persen,” katanya.

Selain itu, pertumbuhan investasi pada triwulan II juga menurun karena kinerja penanaman modal asing (FDI) melambat akibat turunnya impor barang modal, yang menjadi pendukung utama investasi.

Menurut Ayu, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II masih didukung oleh sektor jasa, khususnya transportasi dan komunikasi. Sedangkan sektor keuangan dan real estate melambat karena turunnya pertumbuhan kredit di sektor perbankan.

“Sektor pertambangan masih tertekan karena masih lemahnya perekonomian global, namun sektor manufaktur relatif stabil dibandingkan kinerja pada triwulan I,” ujarnya.

Ayu mengatakan perlambatan ekonomi ini dapat mempengaruhi kinerja pasar keuangan, sebagai konsekuensi dari meningkatnya laju inflasi di lingkungan eksternal yang lemah akibat krisis.

Dengan demikian, ada kemungkinan bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebagai pilihan terakhir untuk menekan inflasi, bila dampak kenaikan harga bensin masih terjadi hingga dua bulan mendatang.

“Namun, kami masih mempertahankan proyeksi kami, bahwa BI rate masih berada pada kisaran 6,5 persen hingga akhir tahun,” kata Ayu.

Sumber : Kantor Berita ANTARA

Share it