Menteri Lingkungan se ASEAN Waspadai Kabut Asap

63

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA mengatakan, di kawasan ASEAN utara, musim hujan diperkiraan sedang berlangsung sampai musim kemarau Desember 2013. Sedangkan ntuk kawasan ASEAN selatan, musim kemarau diperkirakan akan terus berlanjut sampai awal Oktober 2013.

“Peningkatan hotspot dapat menyebabkan terjadinya kabut asap lintas pada kondisi cuaca kering,” ungkap Menteri LH.

Menurut Menteri LH, pertemuan menteri-menteri lingkungan se ASEAN juga menghasilkan rekomendasi kepada para pemimpin ASEAN pada KTT ASEAN ke 23 bulan Oktober 2013 untuk mengadopsi the Hotspot Monitoring Systems (HMS) sebagai sistem pemantauan kabut bersama antara negara-negara ASEAN.

“Diharapkan peta penggunaan lahan dan peta digital konsesi daerah rawan kebakaran yang menyebabkan asap lintas batas dapat diakses antar pemerintah negara-negara ASEAN,” papar Balthasar Kambuaya.

Guidlines

Saat menutup 14th Meeting of the Informal Ministerial Meeting on Environment (IAMME) and Related Meetings, Menteri Lingkungan Hidup (LH), Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA mengemukakan,  pertemuan menteri lingkungan hidup ASEAN juga sepakat untuk mengadopsi the ASEAN Environmental Education Action Plan (AEEAP) 2014-2018 sebagai rencana kelanjutan dari AEEAP 2008-2012 serta penerbitan the ASEAN Guidelines on Eco-schools sebagai acuan untuk mempromosikan pembangunan dan pembentukan eco-schools di negara-negara anggota ASEAN .

Adapun terhadap pemberian the 3rd ASEAN Environmentally Sustainable City (ESC) Award dan 2nd Certificate of Recognition Presentation Ceremony, para menteri lingkungan se-ASEAN sepakat akan dilaksanakan bersamaan dengan IAMME ke 15 tahun 2014  di Laos.

“Pemberian penghargaan ini bertujuan untuk mempromosikan kota ramah lingkungan yang berkelanjutan di ASEAN dengan mengakui upaya keteladanan dan berbagi praktik terbaik untuk menjaga kota yang bersih, hijau, dan ditinggali,” ujar Balthasar.

Para Menteri Lingkungan se-ASEAN juga mendorong pemangku kepentingan yang relevan , termasuk sektor swasta dan masyarakat untuk meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, peningkatan kapasitas, menerapkan praktik terbaik, serta promosi kerjasama regional.

Pertemuan menteri lingkungan ASEAN itu dihadiri olehMenteri Lingkungan Hidup atau yang mewakili dari Brunei, Malaysia, Laos dan Singapura, Kamboja, Myanmar, Filipina, Thailand dan Vietnam, serta mitra Menteri Lingkungan Hidup atau yang mewakili Menteri dari China, Korea Selatan dan Jepang.

Sumber: Setkab.go.id

Redaksi