The Captain : Budi Tirtawisata: CEO Panorama Group

223

Meskipun dunia perbankan suatu hal yang menarik baginya, akan tetapi beliau lebih memilih kembali kepada impiannya terdahulu, dunia pariwisata.

Pria yang memiliki hobi berwisata ini, menjelaskan bahwa Panorama pada awalnya adalah sebuah usaha Tour & Travel yang bergerak dibidang inbound dan transportasi di 3 sektor bisnis, yaitu Tourism, Transportasi, & Hospitality. Seiring perkembangannya, Panorama Group memiliki 5 buah pilar bisnis yang menjadi dasar perusahaan. Dirinya menjabarkan pilar-pilar tersebut adalah Inbound, Travel & Leisure, MICE (Meeting, Insentive, Conference & Exhibition), Transportation, dan Hospitality.

Selain membahas tentang Panorama Group sendiri, ketika menangapi pertanyaan dari Leonardo Ringo tentang potensi Indonesia dalam bidang bisnisnya, Budi membandingkan negara ini dengan Singapura. Budi menjelaskan bahwa Singapura bisa berkembang karena industri MICE, sedangkan Indonesia yang memiliki potensi luar biasa seharusnya dapat pula berkembang dengan multiplayer effect yang dapat menghidupi berbagai sektor ekonomi. Menurut mantan banker ini, pemerintah pun sudah mulai memiliki rencana untuk mengembangkan sektor bisnis pariwisata.

CEO Panorama Group ini menjelaskan bahwa pemerintah sudah merumuskan rancangan dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPARNAS). Misi RIPARNAS sendiri budi menjabarkan terdiri dari beberapa poin, diantaranya Destinasi Wisata, Pemasaran, Indsutri, & Kelembagaan Pariwisata. Lantas apa hubungannya rancana pemerintah tersebut dengan bisnis Panorama yang digelutinya?

Budi menjabarkan tentang peran sektor swasta yang merupakan bagian dari Industri Pariwisata yang terkait dengan Destinasi Pariwisata yang didukung dengan Pemasaran Pariwisata. Jadi dapat disimpulkan rencana pemerintah dan swasta dapat sejalan dan saling berkesinambungan dalam pengembangan sektor pariwisata Indonesia. Ia juga mengungkapkan bahwa persaingan diantara perusahaan sejenis itu baik untuk evaluasi asalkan kompetisi berjalan secara sehat dan selama pelanggan diuntungkan dan dapat menambah pangsa pasar yang luas.

Panorama Group yang telah go public pada tahun 2001, pernah mendapatkan beberapa penghargaan seperti Indonesia Most Admirer Company selama 5 tahun terakhir dan The Best Tourism Company in Indonesia 2012. Selain itu, Panorama Group sendiri diketahui telah membuka kantor cabang ataupun perwakilan di luar negeri. Budi menjelaskan tentang peran kantor cabang atau perwakilan di luar negeri adalah menjadi duta besar di negara lain, yang mempromosikan Indonesia sekaligus menjadi handling agent bagi bisnsinya.

Pria yang pernah menjadi pemandu wisata ini mengungkapkan bahwa terdapat beberapa kebiasaan turis lokal di luar negeri antara lain berwisata bersama keluarga, shoping, dan mencari kuliner yang khas dari negara kunjungan. Selain itu pria yang memiliki hobi berwisata ini mengungkapkan bahwa “the place I wish to go before I die” adalah Afrika, bersafari di Kenya.

Akhir perbincangan ditutup dengan pertanyaan yang biasa yang ditanyakan kedapa para The Captain tentang Business in 3 words, Budi menjawab, “Created Something from Nothing“.

Share it