Menghabiskan 3 hari liburan di Kyoto

16

Jauh dari hiruk pikuk kota besar seperti Tokyo, prefektur yang terletak di Pulau Honshu, Jepang, ini unggul dengan pesona uniknya. Memiliki banyak situs bersejarah, Kyoto menjadi favorit sebagian besar turis yang bertandang ke Jepang.

Menulusuri setiap gang di kota ini, Anda akan dibuat terpukau dengan suasana damai yang ditawarkan destinasi cantik ini. Keindahan bangunan tua, kuil-kuil bersejarah, kafe serta restoran dengan konsep unik hanyalah sebagian kecil dari daya tarik yang dimiliki Kyoto. Karena sesungguhnya budayalah yang menjadi sisi atraktif utama dari kota yang memiliki penduduk sekitar 1,4 juta jiwa ini.

Saat merencanakan perjalanan Anda ke Negeri Sakura, baiknya luangkan waktu lebih dari sehari untuk mengunjungi destinasi kota ini. Begitu banyak hal yang bisa dieksplorasi saat bertualang ke Kyoto. Bazaar menyarankan untuk memperpanjang masa liburan Anda menjadi paling sedikit 3 hari. Itu pun sudah terasa sangat singkat. Mengingat kota tempat perusahaan game NINTENDO berada ini menawarkan sejuta pesona untuk dieksplorasi.

Di antara sekian banyak hiburan yang tersedia, khusus bagi Anda, Bazaar merangkum sejumlah tempat serta aktivitas liburan yang wajib dicoba selama tiga hari berada di Kyoto. Simak hingga tuntas karena opsi eksplorasi berikut dijamin menginspirasi.

Day 1

Begitu banyak aktivitas liburan yang dapat dilakukan di Kyoto. Namun, mengunjungi kawasan Arashiyama dan kuil Fushimi Inari Taisha menjadi sebuah keharusan. Bazaar menyarankan Anda untuk memulai hari lebih awal karena seharian ini adalah waktunya bertualang!

Berangkatlah lebih pagi untuk menikmati hembusan angin segar di jembatan Togetsu-kyo, Arashiyama. Apabila Anda belum sempat sarapan, menikmati lezatnya sebongkah roti kacang merah hangat sembari menikmati panorama sekitar dapat menjadi opsi. Di kawasan yang sama, kunjungi keajaiban alam berupa hutan bambu yang kerap menjadi destinasi utama para turis.

Puas bermain di tengah rindangnya hutan bambu, mari berpindah tempat menuju ke kuil Fushimi Inari Taisha. Suasana sakral langsung menjalar ketika melangkahkan kaki ke kuil dengan Dewa utama berwujud rubah ini.

Di destinasi ini, Anda wajib menjelajahi ketenaran ribuan gerbang berwarna oranye yang dikenal dengan istilah gerbang Torii. Akhiri perjalanan Anda dengan membeli beberapa suvenir bertema kitsune atau yang kita kenal dengan makna rubah.

Day 2

Apabila tubuh masih terasa letih setelah seharian kemarin bertualang ke dua destinasi seru di Kyoto, tidak ada salahnya bangun sedikit lebih siang. Namanya juga sedang liburan, untuk apa terburu-buru? Usai brunch di sebuah kafe lokal, Anda dapat meluangkan waktu seharian khusus untuk aktivitas yang satu ini.

Benar sekali tebakan Anda. Saatnya berkeliling kota dengan mengenakan pakaian tradisional yukata. Berpose ala geisha pasti akan menjadi unggahan Instagram yang mengundang banyak likes dari para pengikut akun Anda.

Hampir setiap sudut kota cantik ini memiliki karakter fotogenik. Anda pun dapat bergaya anggun ala wanita Jepang selama seharian ini. Banyaknya tempat rental yang beredar turut menjadi kelebihan tersendiri karena Anda disuguhkan semakin banyak pilihan.

Berbagai pilihan yukata dengan motif bunga-bunga feminin hingga yang terkesan edgy dengan warna monokromatik semuanya tersedia lengkap. Usai menjatuhkan pilihan yukata Anda, saatnya menjelajah kota untuk mencari tempat berpose yang pas.

Mulailah perjalanan dari kuil Gion yang terletak strategis di tengah kota. Puas berpose cantik di area kuil, waktunya melanjutkan perjalanan ke pusat kota. Berhubung Kyoto memang nyatanya adalah sebuah kota yang begitu memesona, bahkan hanya dengan berpose di depan pagar rumah penduduk lokal pun akan menjadi materi Instagram yang berkualitas!

Day 3


Hari terakhir di Kyoto, Anda dapat sedikit bersantai dengan menghabiskan waktu seharian di tengah kota. Awali pagi Anda dengan aktivitas sarapan di sebuah bangku taman atau di pinggir sungai sembari menikmati segarnya udara Kyoto. Karena ini merupakan hari terakhir Anda, ada baiknya nikmati setiap momen dan jangan terburu-buru. Secangkir teh hijau hangat ditemani kue dango akan menjadi menu yang pas.

Usai sarapan, Anda dapat melanjutkan perjalanan Anda untuk mencari oleh-oleh. Deretan toko dengan konsep unik yang menjual karya khas penduduk lokal memenuhi sepanjang jalan kota Kyoto. Mulai dari kotak bento menggemaskan hingga sapu tangan dengan sulaman border nama Anda dapat menjadi opsi. Jangan lupa juga untuk membeli beberapa buah tangan berkategori kuliner dengan bahan dasar teh hijau yang menyehatkan.

Jangan terburu-buru menghabiskan uang Anda, karena saatnya melangkahkan kaki menuju ke area pasar. Apabila yang terbayang adalah pasar tradisional dengan suasana hiruk pikuk yang menyesakkan, usir imajinasi tersebut. Nyatanya pasar Nishiki merupakan salah satu destinasi hang out favorit para kaum muda. Sejumlah butik label fashion karya para desainer muda lokal terlihat berjajar mendominasi pasar berikut.

Pastinya perut Anda mulai terasa keroncongan seusai seru berbelanja. Di pasar Nishiki, Anda dapat mencoba beberapa kuliner khas lokal. Mulai dari ramen hingga sekotak takoyaki hangat yang menggugah selera. Jangan lupa akhiri waktu makan siang dengan menyesap es hitam khas lokal dengan cemilan manis kenyal berupa mochi. Setelah rehat sejenak di hotel, akhiri masa liburan Anda di Kyoto dengan sesi makan malam di restoran lokal ternama ditemani sebotol sake pilihan. Sempurna!

(Layout: Rian Wijaya; Foto: Courtesy of Ria Iskandar)

Source: Harpers Bazaar Indonesia

Share it