Berkenalan dengan penyanyi jazz muda, Gloria Jessica

12

‘Cause you’re a sky, ’cause you’re a sky full of stars, I’m gonna give you my heart….

Sebuah petikan lirik dari lagu A Sky Full of Stars yang sukses mencuri perhatian sejak diluncurkan tahun 2014 lalu, tak hanya karena lirik yang romantis namun sendu, sekaligus karakter suara unik sang vokalis, Chris Martin.

Tak lama kemudian, muncullah beragam video cover dari lagu tersebut yang diunggah di berbagai halaman YouTube, entah itu dibawakan oleh penyanyi profesional lain, band maupun muda-mudi yang gemar bernyanyi di depan kameranya.

Salah satu yang cukup menyita perhatian adalah ketika Gloria Jessica, penyanyi muda yang sempat beradu bakat di sebuah acara pencarian talenta musik, The Voice membawakan lagu bergenre alternative rock ini dengan timbre suara yang tak kalah uniknya.

Dalam waktu singkat, karakter suara tersebut kian melambungkan nama Gloria Jessica di jagad hiburan Tanah Air, menjadi salah satu penyanyi wanita yang patut diperhitungkan.

Hingga di awal kariernya, penyanyi yang akrab disapa GJ ini sempat menjadi penyanyi pembuka pada konser Yuna di Jakarta.

 

 

Dan beberapa waktu lalu, Bazaar mengundang Gloria Jessica dalam momen bincang sore. Kejutan demi kejutan pun dilontarkan oleh wanita kelahiran 25 Juni 1994 tersebut, mulai dari sosok musisi yang ia kagumi hingga kecintaan dirinya dan keluarga pada Coldplay! Simak penuturannya berikut ini.

Harper’s Bazaar (HB): Apa yang Anda lakukan sebelum hadir di studio Bazaar sore ini?

Gloria Jessica (GJ): Mandi, pilih-pilih baju, menikmati masakan rumah dan dengerin lagu favorit untuk penyemangat hari!

HB: Lagu favorit?
GJ: Iya, Silver Rain – Rendy Pandugo dan Konon Katanya – Kunto Aji. Cocok untuk cuaca yang sedang sendu ini, biar semangat! Lagu-lagu di album Coldplay yang X&Y juga boleh, sih

HB: Punya musisi idola?
GJ: Elda, vokalis Stars and Rabbit

HB: Kenapa mengidolakan Elda?

GJ: Elda adalah penyanyi yang mampu memberi energi pada lagu yang ia bawakan dan Stars and Rabbit sangat jujur pada musik mereka sendiri, semua personel sangat powerful tapi tidak ingin menonjol sendiri-sendiri

HB: Pernah punya pengalaman seru saat menyaksikan penampilan Stars and Rabbit?

GJ: Pernah! Dulu sempat promosi lagu saya di acara ulang tahun salah satu stasiun radio di Bandung dan kebetulan Stars and Rabbit tampil di acara yang sama. Di situlah saya bisa nonton penampilan Elda dan teman-teman, langsung teriak-teriak dan nangis hahaha

HB: How about Coldplay?

GJ: Bahkan bukan hanya saya yang suka banget sama Coldplay, bahkan satu keluarga. Bayangkan, mama saya rela nonton Coldplay seorang diri di Singapura

HB: Apakah The Voice adalah awal Anda menyanyi secara serius?
GJ: Sebenarnya diawali sejak saya duduk di bangku Sekolah Dasar. Dulu, tante saya adalah seorang pianis dan komposer, tapi lebih bergelut di ranah musik etnik. Beliau gemar menciptakan lagu dari puisi dan saya diminta untuk menyanyikannya, walaupun sewaktu kecil saya cukup pemalu

HB: Masih ingat judulnya?
GJ: Tentu. Judulnya Damai, damai

HB: Bagaimana awal perjalan karier Anda sebelum akhirnya memberanikan diri tampil di depan publik?
GJ: Semuanya berawal dari media sosial, dulu suka cover lagu-lagu dan diunggah di YouTube, Facebook, dan Instagram. Kebetulan, saya mengambil studi Performing Arts Communication dan sempat ikut pertunjukan teater di kampus. Dari situlah ada produser yang melihat penampilan saya dan kemudian menghubungi lewat direct message di Instagram

 

 

HB: Bagaimana Anda menjaga stamina suara?

GJ: Vocalizing sebagai olahraga pita suara, saya ikuti saran dari coach Indra Aziz. Sebisa mungkin mengurangi makanan yang digoreng atau terlalu berminyak, karena tidak semua penyanyi punya stamina suara yang super baik.

Jika satu waktu suara saya hilang, cara paling ampuh untuk kembali fit adalah dengan mengonsumsi kencur yang sudah dibersihkan, jadinya seperti cemilan saja.

HB: Di Instagram, Anda sering bermain ukulele, alat musik apa saja yang menjadi andalan?

GJ: Sebenarnya, itu bukan ukulele, tapi gitarlele. Bedanya, gitarlele punya nada lebih tinggi dari gitar konvensional. Saya juga suka bermain piano

 

HB: Bicara mengenai fashion, siapakah style icon favorit Anda?GJ: Coco Rocha!

HB: How about your personal style?
GJ: Saya suka gaya yang efforless tapi berkarakter. Misalnya, pakai busana serba hitam saja namun berpotongan asimetris.

Setidaknya ada satu detail pada penampilan. Atau, warna bibir yang bold

HB: Brand favorit?

GJ: Giuseppe Zanotti, karena desainnya yang selalu unik. Selain itu Bulgari, karena saya suka bagaimana Bulgari mengemas koleksinya.

Bukan hanya sisi glamor dari batuan prestisius semata tapi ada value lain, seperti filosofi desain di balik koleksi-koleksinya yang membuat saya jatuh hati.

HB: Wewangian yang Anda pakai hari ini?

GJ: Chloé Eau de Parfum

Portfolio ini
Fotografer: Eddy Sofyan
Tata rias wajah: Wulandari (@dariwulan)
Retoucher: Andy Hendrawanto

Source: Harpers Bazaar Indonesia

Share it