Arsene Wenger Menilai Gagalnya Jerman di Piala Dunia 2022 Gara-gara Politik

77
Arsene Wenger Menilai Gagalnya Jerman di Piala Dunia 2022 Gara-gara Politik

Arsene Wenger yang merupakan mantan pelatih Arsenal menilai faktor kegagalan Jerman pada Piala Dunia 2022 Qatar.

Menurut Wenger, gugurnya Jeman di Piala Dunia 2022 disebabkan masalah politik yang dibawa ke lapangan. Jerman gagal di Piala Dunia 2022 setelah menempati peringkat ketiga di Grup E setelah kalah bersaing dengan Jepang dan Spanyol.

Hasil buruk tersebut membuat Die Mannschaft untuk kedua kalinya secara beruntun terhenti di babak gugur Piala Dunia setelah sebelumnya juga tidak lolos di Piala Dunia 2018.

Arsene Wenger Menilai Gagalnya Jerman di Piala Dunia 2022 Gara-gara Politik

Menurut kacamata Wenger ketika memberikan pengarahan kepada Kelompok Studi Teknis Piala Dunia, kegagalan Jerman kali ini semata-mata karena demonstrasi politik. Jerman adalah salah satu pihak yang ingin menggunakan ban kapten pelangi One Love di Piala Dunia 2022.

“Ketika sebuah tim pergi ke Piala Dunia, semua tahu mereka tidak bisa kalah di pertandingan pertama. Tim yang memiliki pengalaman tampil di turnamen seperti Prancis dan Inggris bermain bagus pada laga pertama,” kata Wenger dikutip dari Sky Sports.

“Tim-tim yang siap secara mental, dengan pola pikir untuk fokus pada kompetisi, dan bukan demonstrasi politik,”  Wenger menambahkan.

Arsene Wenger Menilai Gagalnya Jerman di Piala Dunia 2022 Gara-gara Politik

Sebagai informasi, ketika penggunaan ban kapten One Love dilarang FIFA dan diancam sanksi, Jerman merupakan negara yang menentang keras sampai mengancam tidak lagi mendukung Gianni Infantino sebagai presiden FIFA periode berikutnya.

Karena tidak bisa memakai ban kapten pelangi, starter Jerman menggunakan aksi tutup mulut saat sesi foto. Protes itu mendapat kritik dari banyak pihak yang semakin menjadi setelah Jerman kalah 1-2 dari Jepang.

Baca Juga: Polling Tolak Ronaldo Jadi Starter Timnas Portugal Saat Melawan Swiss

Bagaimana tanggapan Brava Listeners, setujukah dengan pendapat Arsene Wenger?

 

Penulis: Fadia Syah Putranto

Redaksi