Catat! Ini 25 Ruas Jalan di DKI Jakarta yang Diterapkan ERP

12

Kebijakan Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar elektronik telah direncanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ada 25 ruas jalan yang akan diterapkan ERP.

Utuk mengurangi kemacetan yang terjadi di jala Ibu Kota, Pemprov DKI menerapkan Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar elektronik. Sejumlah krtiteria telah ditetapkan dalam draft Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PPLE).

Berdasarkan pasal 133 Undang-Undang No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kriteria yang dimaksud adalah perbandingan volume lalu lintas kendaraan bermotor dengan kapasitas jalan, ketersediaan jaringan dan pelayanan angkutan umum, hingga kualitas lingkungan.

Dishub DKI Jakarta merencakan tarif yang akan ditetapkan untuk ruas jalan berbayar antara Rp5.000 sampai Rp19.900 untuk sekali melintas. Berikut ini 25 ruas jalan yang akan diterapkan ERP.

1. Jalan Pintu Besar Selatan.

2. Jalan Gajah mada.

3. Jalan Hayam Wuruk.

4. Jalan Majapahit.

5. Jalan Medan Merdeka Barat.

6. Jalan Moh. Husni Thamrin.

7. Jalan Jenderal Sudirman.

8. Jalan Sisingamaraja.

9. Jalan Panglima Polim.

10. Jalan Fatmawati (simpang Jalan Ketimun 1-simpang Jalan TB Simatupang).

11. Jalan Suryopranoto.

12. Jalan Balikpapan.

13. Jalan Kyai Caringin.

14. Jalan Tomang Raya.

15. Jalan Jenderal S. Parman (simpang Jalan Tomang Raya-simpang Jalan Gatot Subroto).

16. Jalan Gatot Subroto.

17. Jalan MT Haryono.

18. Jalan DI Panjaitan.

19. Jalan Jenderal A. Yani (simpang Jalan Bekasi Timur Raya-simpang Jalan Perintis Kemerdekaan).

20. Jalan Pramuka.

21. Jalan Salemba Raya.

22. Jalan Kramat Raya.

23. Jalan Pasar Senen.

24. Jalan Gunung Sahari.

25. Jalan HR Rasuna Said.

Baca Juga: Covid-19 Varian Kraken Kini Melanda Dunia, Ini Gejalanya

Kawasan yang akan diterapkan pengendalian lalu lintas secara elektronik diberlakukan setiap hari dimulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB.

 

Penulis: Rifqi Fadhillah

Share it