Keluarga Korban Serangan Teror 9/11 Ungkap Menara WTC Runtuh Karena Diledakkan, Bukan Ditabrak Pesawat

93
Keluarga Korban Serangan Teror 9:11 Ungkap Menara WTC Runtuh Karena Diledakkan

Menjelang peringatan 20 tahun serangan teror 9/11, keluarga seorang pria yang terwas dalam serangan teror tersebut meminta diadakannya pemeriksaan baru terhadap runtuhnya menara kembar World Trade Center (WTC) di New York, Amerika Serikat. Menurutnya, gedung WTC runtuh bukan karena ditabrak pesawat, melainkan diledakkan dari dalam gedung.

Keluarga Korban Serangan Teror 9/11 Ungkap Menara WTC Runtuh Karena Diledakkan

Pada tanggal 11 September 2021 akan diperingati 20 tahun serangan teror 9/11 yang meruntuhkan menara kembar WTC. Sebanyak 2.763 korban tewas dalam serangan yang terjadi pada tahun 2001 itu.

Setelah 20 tahun lamanya, terungkit fakta baru mengenai runtuhnya menara kembar WTC dari keluarga pria asal Inggris, Geoff Campbell yang tewas dalam serangan teror 9/11. Geoff Campbell diketahui sedang menghadiri konferensi di lantai 106 menara utara.

Keluarga dari Geoff Campbell mengatakan bahwa selama ini pemberitaan tentang  gedung WTC runtuh karena ditabrak oleh pesawat adalah tidak benar. Menurut kakak dari Geoff Campbell, Matt yang didukung oleh tim ilmiah bahwa ada bahan peledak yang membuat gedung WTC tersebut runtuh.

“Kami memiliki bukti yang didukung secara ilmiah dan forensik bahwa narasi resmi seputar runtuhnya WTC pada 9/11 adalah salah,” kata kakak laki-lakinya, Matt, dikutip dari Express, Minggu, 5 September 2021.

WTC bukan runtuh karena ditabrak pesawat, tetapi diledakan dari dalam gedung oleh bahan peledak yang memenuhi gedung,” tambahnya.

Keluarga Korban Serangan Teror 9/11 Ungkap Menara WTC Runtuh Karena Diledakkan

Keluarga dari Geoff Campbell mengatakan bahwa mereka  telah menemukan rekaman seismograf yang mendeteksi pergerakan tanah 12 mil dari menara utara WTC. Mereka juga percaya bahwa hingga saat ini masih ada yang ditutupi dari serangan teror 9/11.

“Saya percaya bahwa saudara laki-laki saya dan ribuan lainnya dibunuh pada 9/11 dan telah ditutup-tutupi,” kata Matt.

“Kami masih mengatasi tragedi ini, tetapi kami tidak akan pernah berhenti mencari kebenaran,” tambahnya.

 

Penulis : Rifqi Fadhillah

Share it