Manfaat Konsumsi Kulit Pisang

25
Manfaat Konsumsi Kulit Pisang

Tidak hanya daging atauh buah pisang yang mengandung berbagai nutrisi bermanfaat bagi tubuh, kulit pisang juga memiliki macam-macam khasiat untuk tubuh manusia.

Penelitian yang diterbitkan dalam Process Safety and Environmental Protection menunjukkan bahwa kulit pisang mengandung 71% hingga 83% serat. Serat memiliki kegunaan untuk melancarkan pencernaan, mengurangi risiko terkena penyakit seperti diabetes tipe 2, kanker tertentu, dan penyakit kronis lainnya. Makanan yang mengandung serat bisa membantu Anda menurunkan atau mempertahankan berat badan secara sehat.

Manfaat Konsumsi Kulit Pisang

Seperti dilansir dari WebMD, kandungan triptofan yang tinggi dalam daging pisang dan dikombinasikan dengan vitamin B6 yang ada dalam kulit pisang dapat membantu meringankan beberapa gejala depresi serta gangguan emosional lainnya. Vitamin B12, magnesium, potasium, fiber, dan protein juga terdapat dalam kulit pisang.

Jika Anda ingin mengonsumsi kulit pisang bisa dilakukan secara langsung, dimasak, atau bahkan dibekukan. Sama seperti buahnya, semakin matang kulit pisang, maka semakin manis rasanya. Namun, Brava Listeners perlu mencuci terlebih dahulu kulit pisang jika dikonsumsi secara langsung.

Manfaat Konsumsi Kulit Pisang

Selain itu bisa dengan mem-blender pisang menjadi smoothie dengan mengiris pisang yang belum dikupas sebelum dibekukan. Lalu masukkan langsung dari freezer ke dalam blender. Anda juga dapat membekukan pisang utuh yang belum dikupas, kemudian cairkan pisang hingga berbentuk seperti bubur, lalu campurkan ke dalam adonan roti atau kue.

Manfaat Konsumsi Kulit Pisang

Baca Juga: CEO BMW Mengatakan Mobil Konvensional Masih Dibutuhkan

Selain bermanfaat bagi kesehatan tubuh, kilit pisang juga bermanfaat bagi lingkungan. Kulit pisang membentuk 30% hingga 40% dari pisang dan manusia membuang sekitar 3,5 juta ton pisang setiap tahun. Sehingga dengan menngonsumsi kulit pisang, sekaligus meminimalisir jumlah sampah.

Tertarik mengonsumsinya Brava Listeners?

 

Penulis: Fadia Syah Putranto

Share it