Mengoreksi Latihan Kardio Anda

268

Lari kardio

 

Anda sudah memantapkan hati untuk memilih olahraga lari demi membakar lemak laknat di tubuh. Ini memang jenis olahraga yang efektif mengikis lemak dan membakar kalori. Masalahnya, setelah beberapa minggu Anda rutin melakukannya, jarum timbangan badan Anda tidak juga bergeser ke kiri. Anda frustrasi. Sebelum Anda memutuskan untuk meninggalkan pilihan tersebut, pelajari dulu aktivitas berlari Anda dan koreksi dengan tip-tip berikut. .

Kesalahan#1: Berlari dengan pola yang sama.
Tubuh layaknya mesin cerdas yang akan menyimpan pola berulang. Ketika tubuh Anda berhasil “mengingat” pola itu, maka latihan Anda akan menjadi makin ringan. Tubuh Anda tidak lagi bereaksi secara maksimal.
Koreksi: Tingkatkan target lari Anda. Ubah rute lari setiap beberapa minggu sehingga tubuh Anda mendapatkan tantangan baru.

Kesalahan#2: Lama versus pelan.
Variabel paling penting dalam semua jenis latihan kardio adalah intensitas. Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Western Ontario mengungkapkan bahwa berlari dengan waktu yang lebih singkat namun dengan tempo cepat dapat membakar lebih banyak lemak dibandingkan berlari lama namun konstan. Jadi, jika Anda berlari santai, wajar jika hasilnya juga “nyantai”.
Koreksi: Lakukan sprint, bung! Lari cepat itu akan memaksa tubuh untuk mengisi kembali energi dengan mengubah asam laktat menjadi glukosa dan menormalkan kembali hormon setelah berlari. Artinya, efek pembakaran lemak tetap terjadi setelah latihan.

Kesalahan#3: Terlalu fokus membakar kalori.
Salah satu kesalahan umum dalam penurunan berat badan adalah anggapan bahwa mayoritas kalori terbakar dengan berolahraga. Padahal, aktivitas sehari-hari juga membakar kalori, termasuk berpikir. Olahraga, seperti berlari dan latihan di gym, selain membakar kalori tapi juga akan menghasilkan lebih banyak otot, dan semakin banyak otot dalam tubuh, semakin banyak kalori yang dibakar.
Koreksi: Berorientasilah pada pembakaran kalori sekaligus pembentukan otot. Tubuh yang berotot menjadi mesin pembakar lemak dan kalori yang efektif.

Kesalahan#4: Tidak mencoba metode kardio lain.
Anda boleh saja fanatik dengan satu jenis olahraga tertentu. Tapi, perlu sesekali Anda mencoba metode latihan lain dengan tujuan melatih dan membentuk otot. Variasi tersebut juga dapat mengantisipasi rasa bosan yang muncul.
Koreksi: Daripada Anda berlari santai, gunakan waktu Anda untuk bersepeda cepat atau berenang.

Kesalahan#5: Berlari terlalu sering.
Mungkin, Anda berpikir bahwa tubuh akan makin terlatih jika jadwal latihan dibuat sedekat mungkin. Padahal, itu justru bisa membuat tubuh Anda kelelahan dan mengalami stres. Keadaan ini dapat mempengaruhi hormon kortisol yang menyebabkan resistensi insulin. Akibatnya, lemak justru cenderung menumpuk, terutama di sekitar perut.
Koreksi: Jangan menyiksa diri, Bung. Berlarilah secara intensif – jangan terlalu lama- dan naikkan target secara berkala. Sisanya, berikan waktu istirahat yang cukup untuk tubuh Anda.

[]

Sumber: Theresia Tyas Putri for fitnessformen.co.id

foto shutterstock.com

 

Share it