Perbedaan budaya di generasi millennial

299

Understanding Millenials bersama Yoris Sebastian kedatangan seorang narasumber yang bertanggung jawab untuk begitu banyaknya millenials yang ia temui, Irma Erinda, yang merupakan seorang Leadership Development Manager dari PT. Unilever Indonesia Tbk.

Dalam beberapa tahun terakhir, PT. Univeler banyak merekrut dimana saat ini untuk level managerial itu avarage age actually is 31 years. The hole the session leader of PT. Unilever is the consious the millenials.

Dampak untuk perusahaan itu sendiri adalah benturan budaya. Seorang leader harus mengerti bagaimana menghadapi mereka di generasi millenials.

Kalau kita bisa melihat mereka dari sisi perbedaan mereka, maka kesulitan menghadapi mereka akan dilihat dari mereka yang tidak sama dengan generasi yang sebelumnya.

Keingintahuan mereka untuk mampu berkerja dengan baik memang harus ada spesific intervention. Spesific intervention memang ditujukan untuk para line managers yang mereka laporkan tentang how to handle them in the right context.

Perubahan itu dimulai dari 70% on the job, 20% mentoring and couching, dan 10% for class training.

Methods of communication menjadi kesulitan di awal untuk mengenal generasi millenials itu sendiri. Karena cara komunikasi generasi millenials saat ini sangat berbeda.

Konsumen PT. Unilever itu sendiri kebanyakan dari generasi millenials. Sehingga para pekerja di PT. Unilever ini juga generasi millenials.

Untuk generasi diatas generasi millenials, mereka lebih siap untuk mengambil risiko. PT. Unilever juga menyediakan tempat untuk kenyamanan karyawan mereka sendiri.

Just listened more to them. Listen to their stories,” ujar Irma.

Brava Listeners, terus dengarkan Brava Radio di 103.8 FM atau bisa melalui streaming di sini.

[teks Miranti | foto instagram @bravaradio]

Baca juga:
7 Fakta penting soal vitamin C
Klub trendi terbaru di Bali
Concierge: membangun relasi dengan setiap orang

Share it