BI, Perekonomian Indonesia ke Arah Positif

33

Hasil itu didapat setelah BI mengadakan Rapat Dewan Gubernur belum lama ini. Indikasinya adalah:

1. Permintaan eksternal Indonesia membaik dan mengimbangi moderasi permintaan domestik sebagai sumber pertumbuhan ekonomi.

2. Neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2014 mencatat surplus sebesar 0,79 miliar dolar US, ditopang meningkatnya surplus neraca perdagangan nonmigas.

3. Rupiah menguat dibandingkan dengan level akhir tahun 2013. Dengan rata-rata 2,85% jika dibandingkan dengan rata-rata rupiah di tahun 2013.

4. Inflasi Maret 2014 trennya menurun. Bila Februari 2014 inflasi sebesar 0,26% [mtm] maka di Maret 2014 menurun menjadi 0,08% [mtm]. Penurunan ini disebabkan oleh apresiasi nilai tukar, moderasi permintaan domestik, dan ekspetasi inflasi yang masih terjaga.

5. Ketahanan industri perbankan tetap kuat dengan risiko kredit, likuiditas dan pasar yang cukup terjaga serta dukungan modal yang masih kuat.

Untuk menjaga tren ini BI memutuskan mempertahankan BI Rate pada 7,50%, dengan suku bunga Lending Facility dan suku bunga Deposit Facility masing-masing di level 7,50% dan 5,75%.

Serta BI akan mencermati berbagai risiko baik dari global dan domestik, dan menempuh langkah-langkah antisipatif guna memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga dan mendukung perbaikan kinerja transaksi berjalan.

[Foto courtesy of cnjtc.com]

Share it