Peternak Sapi Perah Kekurangan Subsidi

122

 

 

 

Peternak sapi perah pada saat ini tidak terlalu dilihat oleh masyarakat luas, hal ini pun juga berdampak pada subsidi yang diberikan kepada para perternak. Dalam hal ini para perternak sapi perah yang berada di daerah Malang, Jawa Timur merasa dinomorduakan dalam hal pembagian subsidi untuk kelangsungan usaha mereka itu.

Salah seorang peternak sapi perah di Pujon Hasan Surwadi, Malang mengatakan bahwa mereka berharap akan adanya subsidi pakan (konsentrat) dari pemerintah. Selama ini mereka merasa bahwa telah dinomorduakan oleh pemerintah karena yang mendapatkan subsidi itu hanyalah para petani saja. Pada kenyataannya, para peternak ini pun juga sangat membutuhkan subsidi itu, terutama pada saat musim kemarau.

Sebagai Ketua I Koperasi SAE Pujon, Hasan, menjelaskan bahwa pada saat ini sedang terjadi kelangkaan pakan ternak seperti rumput gajah dan hijauan lainnya karena musim kemarau. Hasan juga menambahkan untuk membuat peternakan itu berlangsung, mereka pun harus mendatangkan pakan berupa hijauan dari beberapa daerah sekitar, seperti Jombang dan Kediri. Harga pakan hijauan pun cukup mahal, padahal sebelumnya para peternak itu bisa mencari rumput atau pakan hijauan tersebut secara gratis. Namun pada saat ini pakan hijauan itu pun dikenai harga sebesar Rp 500,- /kg.

Hasan mengakui bahwa kondisi ini terjadi di setiap musim kemarau. Setiap musim kemarau, rumput dan pakan hijauan lain di wilayah Batu ataupun Pujon menjadi sangat sulit ditemukan, sehingga berdampak pada produktivitas susu.

Sumber: Media Indonesia

 

 

 

 

Redaksi