Prediksi Biaya Pemulihan Ukraina Pasca Serangan Rusia

68
Prediksi Biaya Pemulihan Ukraina Pasca Serangan Rusia

Baru-baru ini Presdien Ukraina, Volodymyr Zelensky telah mengungkapkan biaya yang diperlukan untuk memulihkan negaranya setelah serangan Rusia. Dirinya mengatakan bahwa wilayah terdampak perang, Kyiv membutuhkan US$ 7 miliar atau sekitar Rp 100 triliun per bulan untuk kembali memulihkan negara itu.

Zelensky juga mengatakan pasukan Rusia telah menghancurkan atau merusak puluhan ribu rumah dan lebih dari 1.100 institusi pendidikan, serta rumah sakit dan bisnis. Analisis awal menemukan bahwa Ukraina telah menderita kerugian US$ 550 miliar sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu.

Prediksi Biaya Pemulihan Ukraina Pasca Serangan Rusia

“Bersama-sama kita dapat menerapkan solusi yang tidak hanya akan menghentikan niat agresif Rusia, tidak hanya mendukung Ukraina dalam perang ini, tetapi juga secara tak terelakkan menunjukkan semua potensi agresor dunia yang menciptakan masalah bagi negara lain, yang berarti menciptakan masalah bagi diri mereka sendiri,” kata Zelensky dilansir dariNew York Times, Jumat (22/4/2022).

Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmyhal optimis bahwa akan ada negara yang membantu Ukraina untuk pulih dari krisis. Shmyhal sebelumnya bertemu dengan Ketu DPR AS, Nancy Pelosi dan mengikuti pertemuan Bank Dunia. Dalam pidatonya, Zelensky mengatakan bahwa lima langkah diperlukan untuk menghentikan Rusia.

Prediksi Biaya Pemulihan Ukraina Pasca Serangan Rusia

“Dukungan langsung untuk Ukraina, mengeluarkan Rusia dari semua lembaga keuangan internasional, menciptakan pajak khusus untuk perang, memblokir aset dari elit Rusia, dan persiapan nasional di seluruh dunia untuk memutuskan hubungan dengan Rusia,” tegas Smyhal.

Prediksi Biaya Pemulihan Ukraina Pasca Serangan Rusia

Baca Juga: “Invest in Our Planet” Jadi Tema Hari Bumi 2022

Rusia sendiri telah memulai serangan yang disebut ‘operasi militer’ di Ukraina pada 24 Februari lalu. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan adanya operasi ini dilakukan untuk membebaskan masyarakat komunitas Rusia di wilayah itu dari kelompok ultranasionalis yang dibeking Kyiv serta memaksa Ukraina untuk tidak bergabung ke NATO.

 

Penulis: Fadia Syah Putranto

Share it