Presiden Ukraina Minta Pertolongan di Panggung Grammy Awards 2022

30
Presiden Ukraina Minta Pertolongan di Panggung Grammy Awards 2022

Ajang Grammy Awards 2022 menghadirkan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky ditengah acara. Zelenskyy meminta bantuan kepada para penonton di Grammy Awards 2022 untuk memberikan pertolongan dalam bentuk apapun di Ukraina melalui pidato yang telah direkam.

Grammy Awards 2022 telah berlangsung di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas pada Minggu (3/4) waktu setempat. Ajang bergengsi bagi insan musik dunia ini sudah mengumumkan daftar pemenang seperti kategori  Best New Artist yang dimenangkan Olivia Rodrigo, Album of the Year yang diraih Jon Batiste lewat album “We Are” hingga Song of the Year yang dimenangi lagu “Leave the Door Open” dari Bruno Mars, Anderson . Paak dan Silk Sonic.

Presiden Ukraina Minta Pertolongan di Panggung Grammy Awards 2022

Namun, yang menjadi menarik perhatian di Grammy Awards 2022 adalah munculnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di tengah acara. Ia memberikan sebuah pidato singkat yang telah direkam sebelumnya di tengah perang dengan Rusia.

Volodymyr Zelensky melaporkan pesan di panggung Grammy Awards dari dalam bunker di Kyiv. Ia pun menyampaikan kondisi terbaru di Ukraina dan mengajak dunia untuk membela mereka.

Begini isi pesan dari Zelensky di panggung Grammy Awards 2022:

“Perang. Apa yang lebih berlawanan dari musik?

Keheningan dari kota yang hancur dan orang-orang yang terbunuh.

Anak-anak kami menggambar roket yang menukik, bukan bintang jatuh.

Lebih dari 400 anak-anak terluka dan 153 anak meninggal dunia, dan kami tidak akan pernah melihat mereka menggambar lagi.

Orang tua kami bahagia bangun tidur saat pagi di shelter bom, tapi hidup.

Orang yang kami cintai tidak tahu apakah kami bisa bersama kembali.

Perang tidak membiarkan kami memilih siapa yang bertahan hidup dan siapa yang bertahan di keheningan abadi.

Musisi kami mengenakan pelindung tubuh alih-alih tuksedo. Mereka bernyanyi untuk yang berduka. Di rumah sakit.

Bahkan kepada mereka yang tak bisa mendengarnya. Namun musik akan menembus itu pada akhirnya.

Bagaimanapun, kami membela kebebasan kami. Untuk hidup. Mencintai. Untuk menyuarakan dan bermusik.

Di tanah kami, kami memerangi Rusia yang membawa kesunyian mengerikan dengan bom-bomnya. Keheningan yang mati.

Isi keheningan dengan musik kalian. Isi hari ini, ceritakan kisah kalian.

Ceritakan yang sebenarnya tentang perang di jejaring sosial kalian dan televisi. Tapi bukan diam.

Dukung kami dengan cara apapun yang bisa kalian lakukan. Apa saja, tapi tidak diam. Dan kemudian, kedamaian akan datang.”

 

Penulis: Rifqi Fadhillah

Share it