Produksi Minyak Sawit 2015 akan Alami Kenaikan

164
produksi kelapa sawit

“Pada 2014 produksi minyak sawit Indonesia diperkirakan tidak akan mengalami perubahan dibandingkan dengan tahun 2013 yakni sekitar 30 juta ton,” ujar Analis dari Godrej International Limited, Dorab Mistry melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Menurutnya hal tersebut sebagai dampak musim kering yang berkepanjangan yang sudah terjadi lebih dari 4 bulan terakhir, dan ini akan sangat berpengaruh pada kegiatan produksi 2015.

Saat menjadi pembicara dalam 10th Indonesian Palm Oil Conference and 2015 Price Outlook (IPOC) di Bandung, Jumat (28/11) mengatakan, selama periode November-Juni atau Juli 2015 merupakan siklus yang rendah pada produksi minyak sawit. Sedangkan siklus akan kembali meninggi dan memuncak pada 2016 sehingga produksi minyak sawit diperkirakan dapat meningkat 2,5 juta hingga 3 juta ton.

Untuk itu, menurut Dorab, Indonesia harus mendorong konsumsi minyak sawit dalam negeri antara lain melalui penerapan biofuel guna mengantisipasi peningkatan produksi tersebut.

“Jangan baru mulai tahun 2015 (mendorong konsumsi sawit dalam negeri) tapi harus sekarang ini,” katanya.

Pada kesempatan itu Dorab juga menyatakan pemerintah Indonesia diminta tegas dalam mengimplementasikan biofuel karena akan mempengaruhi harga minyak sawit. Menurut dia, Indonesia saat ini kurang serius dalam melaksanakan kebijakan biofuel.

“Jika biofuel meningkat maka permintaan terhadap minyak sawit akan meningkat dan mendorong harga naik”, tandasnya. « [teks @shintaasarass| foto antarafoto.com]

Share it