Utang Luar Negeri Indonesia Kian Berisiko

57
debt1

Mantan Menteri Keuangan [Menkeu], Fuad Bawazier mengungkapkan, utang luar negeri Indonesia akan semakin berisiko tinggi.

Hal ini dia utarakan terkait prediksi bahwa Amerika Serikat [AS] akan kembali menaikkan suku bunga pada tahun 2015 mendatang.

“Jika hal itu benar terjadi, maka seluruh dana AS yang tersebar di luar negeri, sebagian akan masuk ke AS, karena negara tersebut sedang membutuhkan. Sehingga berisiko bagi Indonesia, karena kursnya bisa melemah,” jelasnya, dalam diskusi ‘Implikasi Ekonomi Politik Utang Luar Negeri Rezim SBY terhadap Rezim Jokowi dan Anak Cucu Bangsa’ di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, di awal pekan ini.

Fuad menambahkan, kondisi tersebut akan menyebabkan Indonesia mengalami inflasi. Bila inflasi terjadi, maka diperlukan rupiah lebih banyak daripada dolar.

Ia mengatakan, para pengutang luar negeri wajib menyimpan dolar, agar tak gelagapan saat jatuh tempo. Sedangkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, disetir oleh pertumbuhan konsumen.

Utang luar negeri akan mengancam saat kurs melemah. “Bila BBM naik pun akan memicu inflasi. Presiden terpilih harus mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini,” tegasnya. « [teks @shintaasarass | foto propertyupdate.com]

 

propertyupdate.com

Share it