3 Terapi ini ampuh hindari stroke

34

PENDERITA fibrilasi atrium (FA) atau gangguan irama jantung berisiko terkena stroke lima kali lebih besar ketimbang orang tanpa FA. Bahkan penderita FA yang sudah mengalami stroke dalam jangka waktu setahun bakal mengalami stroke kembali.

Untuk bisa mencegah kondisi itu, ada tiga terapi yang bisa dilakukan penderita FA, yakni ablasi kateter, melakukan pemasangan alat LAA closer dan minum Obat Antikoagulan Oral Baru (OKB). Prof.Dr.dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP (K), FIHA, FasCC, Guru Besar Ilmu Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UI, menjelaskan bahwa terapi tersebut bisa menurunkan risiko serangan stroke karena FA yang berakibat kelumpuhan.

“Ablasi kateter sangat disarankan pasien FA kalau kondisi pasien tidak membaik setelah diberikan obat-obatan,” ujarnya.

Sementara obat antikoagulan – atau yang disebut obat pengencer darah – bisa juga membantu mengurangi risiko stroke. “Saat ini sudah banyak tersedia di masyarakat. Cara kerja obat ini ialah menghambat jalur pembekuan darah sehingga bekuan darah penyebab stroke tidak terbentuk,” urainya

Lebih dalam, profeso Yoga menyarankan untuk mengonsumsi obat koagulan saat irama jantung sedang terjadi saja. Tetapi, perlu dikonsumsi secara rutin setiap hari – sesuai resep dokter. Sebab, semakin disiplin penderita FA mengonsumsi obat, risiko ia terkena stroke turun dengan drastis.

Sumber Fitness For Men Indonesia

Share it