7 Tips jitu memulai investasi saham

8

Saat ini, minat publik terhadap kegiatan investasi saham kian tinggi. Selain karena imbas kampanye masif Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam memasyarakatkan kegiatan investasi, ketertarikan masyarakat terhadap saham publik juga turut didorong oleh cerita-cerita sukses berbau materi di belakangnya.

Bayangkan, siapa yang tidak tergiur oleh rata-rata nilai return investasi sebesar 25 persen setiap tahunnya?

Namun, memulai investasi saham tetap perlu dibarengi dengan kehati-hatian guna menghindari risiko kerugian besar akibat flukutuasi saham.

Anda harus terdaftar dulu sebagai nasabah di salah satu perusahaan sekuritas yang tercatat resmi di laman BEI, www.idx.co.id, dan membuka rekening efek sebagai ‘senjata’ utama untuk mulai bertransaksi saham.

Berikut adalah delapan langkah cerdas dalam memulai kegiatan investasi saham publik:

1. Rajin menggali informasi tentang investasi saham
Penting untuk mengetahui dasar-dasar teoritis kegiatan investasi saham, di mana Anda dapat mempelajarinya melalui artikel-artikel terkait di dunia maya, buku panduan berinvestasi, hingga mengikuti sekolah pasar modal yang diadakan rutin selama dua hari setiap minggunya di gedung Bursa Efek Indonesia di kawasan pusat bisnis SCBD, Jakarta Selatan.

Untuk yang terakhir, Anda dapat mendaftarkan diri secara gratis di laman resmi BEI, dan bahkan setelahnya mendapatkan sertifikat.

2. Mengikuti training investasi pasar modal
Jika tidak sempat mengikuti sekolah pasar modal yang diadakan oleh BEI, Anda dapat langsung membuka rekening efek dan mengikuti training investasi yang diadakan oleh perusahaan sekuritas yang Anda pilih.

Nilai lebihnya, jadwal training investasi di perusahaan sekuritas umumnya bersifat fleksibel, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

3. Siapkan berkas secara lengkap
Berkas-berkas yang harus disiapkan sebelum membuka rekening efek adalah fotokopi KTP, NPWP, dan bagian depan buku tabungan. Tidak ada ketentuan memiliki nominal saldo tertentu di bank guna membuka rekening efek.

4. Ikuti alur pendaftaran dengan seksama
Setelah membuka rekening efek, sekuritas akan mengirim e-mail nomor sub rekening efek, nomor rekening investor (tempat Anda menyetorkan dana saat hendak bertransaksi), user name, password, dan pin.

Anda juga akan dibuatkan kartu Akses beserta Rekening Dana Nasabah (RDN) untuk melihat saldo dana di sekuritas-sekuritas tempat Anda bergabung.

5. Perhatikan jumlah setoran awal
Masing-masing sekuritas memiliki kebijakan berbeda mengenai besaran dana yang harus disetor setelah sukses membuka rekening efek. Besaran saldo perdana pada rekening efek biasanya berkisar mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 5.000.000,-

6. Perhatikan aturan transaksi saham secara online
Setelah sukses login secara online, Anda bisa melihat pergerakan transaksi berbagai saham sekaligus membeli atau menjual melalui fasilitas buy and sell.

Tiap transaksi jual beli saham akan dikenakan biaya 0,15-0,25 % dari nilai transaksi (jika menggunakan jasa broker). Namun untuk online trading, umumnya sekuritas mematok biaya 0,18%.

7. Fokus pada investasi, bukan spekulasi

Orang yang suka berspekulasi disebut trader, yaitu menjadikan saham sebagai perdagangan. Dia membeli saham di pagi hari, lalu menjual di sore hari.

Ini diperlukan analisis yang lebih mendalam jika ingin sukses. Jika masih awam, sebaiknya lakukan investasi jangka panjang saa, bukan yang lain.

TEKS: HAPPY FERDIAN
FOTO: DOK. ESQUIRE

[Editor Gabriella Sakareza / sumber Esquire Indonesia | foto sekuritas.co.id]

Baca juga:
Dolly Lesmana: Beranikan diri untuk keluar dari zona nyaman
Ini alasan kenapa gula lebih berbahaya untuk pria
Menjelajah Eropa dengan kereta mewah

SHARE