14 Kuda Pacuan Warisan Ratu Elizabeth II Akan Dijual Raja Charles III

30
14 Kuda Pacuan Warisan Ratu Elizabeth II Akan Dijual Raja Charles III

Baru-baru ini Raja Charles III dikabarkan akan menjual 14 kuda pacuan warisan dari sang ibu, Ratu Elizabeth II pada rumah lelang Tattersalls.

Diketahui, mendiang Ratu Elizabeth II dikenal memiliki antusiasme tinggi terhadap pacuan kuda. Sehingga sang Ratu telah membiakkan ras murni dari kuda-kuda gagah yang jadi salah satu hewan termahal di dunia untuk olahraga. Kuda pacuan bahkan memiliki nilai jual hingga miliaran rupiah.

14 Kuda Pacuan Warisan Ratu Elizabeth II Akan Dijual Raja Charles III

Tattersalls yang menjadi rumah lelang khusus pada kuda pacuan telah mengatakan bahwa Charles ingin menjual 14 ekor kuda Ratu Elizabeth II pada hari Senin (24/10/22). Menariknya ada hewan terkenal, yaitu Love Affairs yang dilatih oleh Clive Cox dari Lambourn, di Berkshire, yang memenangkan kompetisi pacuan kuda dua hari sebelum kematian Sang Ratu.

Sementara itu, lima kuda yang dilelang sempat dilatih oleh Andrew Balding yang berbasis di Kingsclere, Hampshire, serta kuda kedua, dilatih oleh Clive Cox. Kemudian Just Fine, yang dilatih oleh Sir Michael Stoute dari Newmarket. Semua kuda tersebut banyak memenangkan perlombaan dari 100 kompetisi.

14 Kuda Pacuan Warisan Ratu Elizabeth II Akan Dijual Raja Charles III

Juru bicara Tattersall, mengatakan mengatakan bahwa penjualan kuda Ratu tidak melambangkan akhir dari hubungan keluarga kerajaan dengan dunia pacuan. Lebih lanjut Hobi dan kecintaan Ratu terhadap kuda adalah sesuatu yang dia warisi dari ibunya. Hobi ini diyakini berawal ketika Elizabeth pertama kali belajar menunggang kuda.

Baca Juga: Messi Semakin Pepet Ronaldo Dalam Daftar Top Skor Liga Champions Sepanjang Masa

Sebagai informasi, dari ayahnya, Raja George VI, Ratu mewarisi Royal Stud, pusat penangkaran kuda pacu di Sandringham yang menghasilkan banyak pemenang kompetisi. Kira-kira kuda pacuan warisan Ratu Elizabeth II akan memecahkan rekor sebagai kuda termahalkah Brava Listeners?

 

Penulis: Fadia Syah Putranto

Share it