Cacar Monyet Disebabkan Hubungan Seksual, Ini Penjelasan Eks Petinggi WHO

129

Warga dunia saat ini sedang menghadapi wabah cacar monyet. Apalagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

Diungkap oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus bahwa sebanyak 70 negara saat ini sudah terjangkit wabah cacar monyet. Kebanyakan ditemukan kasus dari cacar monyet ini disebabkan oleh hubungan seksual sesama jenis.

Penelitian ini berdasarkan sebuah studi The New England Journal of Medicine yang terbit pada 21 Juli 2022, dikatakan bahwa dari 528 kasus cacar monyet yang terdiagnosis antara 27 April s.d 27 Juni 2022 di 16 negara, sekitar 98 persen terjadi pada orang gay atau pria biseksual.

Menanggapi hal ini, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara serta mantan Dirjen Pengendalian Penyakit di Kementerian Kesehatan RI, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan bahwa cacar monyet dapat terkena pada pria yang melakukan seks pada sesama pria atau bergonta-ganti pasangan.

“Memang yang sekarang nampaknya wabah bermula dari men sex with men dan multiple partner. Jadi karena bermula di.kelompok itu maka banyak. Kasus di sana, tapi yang lain juga bisa terkena,”ucapnya dilansir dari detikcom.

Namun begitu, penyakit ini juga memiliki resiko tertular pada pasangan lawan jenis. Hal tersebut dikarenakan kontak dekat yang terjadi ketika melakukan hubungan seksual.

“Monkeypox (cacar monyet) belum bisa dikatakan menular secara seksual, tapi karena pada hubungan seks ada kontak antarkulit maka jadi tertular,” sambung Prof Tjandra.

Wabah cacar monyet sendiri hingga kini belum masuk ke Indonesia. Namun begitu, patut diwaspadainya dikarenakan wabah cacar monyet sudah masuk ke negara tetangga Indonesia, yakni Singapura dan Thailand.

 

Penulis: Rifqi Fadhillah

Share it