Ini Dampak Buruk Dari Mendiagnosa Sendiri Kesehatan Mental

14
Ini Dampak Buruk Dari Mendiagnosa Sendiri Kesehatan Mental

Topik mengenai kesehatan mental belakangan ini menjadi hangat untuk diperbincangan, terutama di kalangan anak muda. Namun di satu sisi, ada juga dampak negatif yang ditumbulkan dengan banyaknya informasi yang beredar terkait kesehatan mental.

Saat ini di internet pengetahuan mengenai kesehatan mental yang sudah beredar luas, membuat banyak orang pun melakukan self-diagnosis atau mengidentifikasi kondisi kesehatan diri sendiri. Apalagi di sosial media sudah banyak yang seolah-olah sudah mengira penyakit kesehatan yang dialaminya.

Mendiagnosa sendiri kesehatan mental yang dialami berdasarkan asumsi pribadi adalah hal yang tidak dibenarkan. Perlu adanya ahli di bidang kesehatan mental yang lebih mengerti mengenai masalah mereka.

Resiko buruk pun akan didapatkan oleh orang yang melakukan self-diagnosis terhadap kesehatan mentalnya. Simak ulasannya berdasarkan rangkuman dari laman Mental Help dan Rasmussen College.

Salah Diagnosis

Banyaknya informasi yang beredar di internet, tidak bisa semua bisa diterima mentah-mentah. Begitupun tentang informasi mengenai kesehatan mental. Saling mengaitkan antara penyakit mental satu dengan apa yang dialami, bukanlah hal yang sepatutnya dilakukan.

Salah dalam hal mendiagnosis malah akan semakin menimbulkan masalah. Sebagai contoh, orang yang mendiagnosis diri sendiri mengira memiliki masalah kecemasan padahal ia mengalam aritmia jantung. Dikarenakan kedua masalah tersebut memiliki gejala yang hampir sama.

Pengobatan yang dilakukan dalam menyembuhkan penyakit mental tersebut pun juga akan salah apabila sedari awal sudah salah dalam mendiagnosa.

Perawatan Yang Salah

Terdapat langkah-langkah pengobatan dalam setiap penyakit kesehatan terntu. Antara permasalahan penyakit kesehatan yang satu dengan yang lain berbeda dalam penanganannya. Bayangkan, akibat mendiagnosa penyakit mental yang dialami, cara perawatan pun juga ikut salah yang justru akan semakin berdampak buruk bagi kesehatan.

Contoh sederhannya adalah apabila ada pasein yang mengidap penyakit batuk. Namun, dikarenakan salah dalam mendiagnosa akhirnya ia justru membeli obat sakit perut.

Stress Berlebihan

Informasi yang ditelan mentah-mentah tanpa ditelusuri terlebih dahulu sumbernya, juga akan menimbulkan stress berlebihan terhadap orang yang self-diagnosis. Sebagai contoh, orang yang hanya melihat informasi mengenai skenario terburuk yang akan dialami tanpa menemukan solusi yang pasti dalam menyembuhkannya.

Hal ini tentunya membuat diri sendiri menjadi bingung serta mengalami kekhawatiran mengenai dampak dari penyakit yang dialaminya. Biasanya, hal tersebut pun berujung pada curhatan di sosial media yang justru tidak ada solusi.

Menganggap Remeh Kesehatan

Meskipun saat ini sudah banyak yang peduli mengenai kesehatan mental, namun banyak juga yang masih menganggap remeh terkait hal ini. Mendiagnosa penyakit mentalnya serta menganggap hal ini dapat disembuhkan dengan sendirinya tanpa harus ke dokter pun bisa memperburuk keadaan.

Apalagi jika penyakit mental yang dialami semakin parah dan justru salah dalam menceritakan masalah kepada yang bukan ahli atau justru ke teman-temannya.

Jalan terbaik untuk tidak menebak-nebak mengenai penyakit mental yang dialami adalah dengan pergi ke ahli kesehatan mental. Hal ini akan membuat kamu terhindar dari yang namanya salah mendiagnosis, menghindari resiko perawatan yang salah serta lebih bisa mengontrol diri.

 

Penulis: Rifqi Fadhillah

Share it