Ini Keuntungan & Kerugian Jika Indonesia Gabung EAFF

61

Beberapa waktu lalu PSSI menjalin komunikasi dengan Federasi Sepak Bola Asia Timur (EAFF) untuk menyatakan minatnya untuk bergabung. Meski begitu, ada keuntungan serta kerugian bagi Indonesia apabila nantinya keluar Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) dan bergabung ke EAFF.

Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan atau akrab disapa Iwan Bule mengabarkan jika sudah berbicara dengan EAFF. Federasi EAFF sendiri menyambut baik niat PSSI jika ingin bergabung.

“Iya, mereka (EAFF) sudah menyampaikan sesuatu lewat Sekjen (PSSI Yunus Nusi). Mereka senang kalau kami bergabung ke sana. Namun, kami mesti menghitung terlebih dahulu,” kata Iriawan di Gedung Kemenpora, dikutip dari ANTARA.

Jika bergabung ke EAFF, tentu tidak hanya keuntungan yang akan didapatkan oleh Indonesia. Ada hal yang merugikan akan dialami oleh PSSI jika meninggalkan AFF dan bergabung ke EAFF.

Salah satu kerugian yang akan dialami PSSI apabila jadi bergabung ke EAFF adalah Indonesia tidak dapat berkompetisi lagi di turnamen kelompok usia yang digelar oleh AFF seperti Piala AFF U-22, U-19, dan U-16. Sedangkan di EAFF sendiri tidak memiliki turnamen untuk usia muda.

Di EAFF hanya menyelenggarakan kompetisi level senior baik putra maupun putri. Untuk kategori usia, anggota EAFF hanya mengikuti turnamen yang diselenggarakan oleh Konfederasi, seperti AFC.

Meski begitu, ada beberapa keuntungan juga yang didapat oleh Indonesia apabila masuk ke EAFF. Salah satunya adalah dapat berhadapan dengan tim-tim kuat di Asia.

Seperti diketahui, EAFF berisikan 10 negara, yakni Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan, Guam, Hong Kong, Korea Utara, Macau, Mongolia dan Kepulauan Mariana Utara. Negara kuat seperti Jepang dan Korea Selatan sendiri merupakan tim langganan yang seringkali masuk ke Piala Dunia.

Hal ini tentunya keuntungan bagi Indonesia jika bergabung dengan bersaing bersama tim-tim kuat EAFF. Level permainan Timnas Indonesia dapat meningkat serta kualitas permainan juga dapat meniru tim-tim seperti Jepang atau Korea Selatan.

Sementara itu, pemain-pemain Indonesia tentunya juga akan lebih dilirik oleh negara-negara kuat di EAFF. Bukan tidak mungkin, pemandu-pemandu bakat dari Jepang, China, dan Korea Selatan tertarik untuk merekrut pemain Indonesia dilihat dari permainannya saat berlag di kompetisi EAFF.

 

Penulis: Rifqi Fadhillah

Share it