Ini manfaat apabila Anda bersepeda

193

Bersepeda adalah jenis latihan yang dapat membantu Anda meningkatkan kebugaran aerobik, jantung dan paru. Selain itu, bersepeda juga meningkatkan pembakaran lemak sehingga bagus bila Anda sedang menjalankan program penurunan atau menjaga berat badan.

Aktivitas aerobik ini juga membantu mengendalikan tekanan darah, kadar lemak darah dan gula darah, sehingga sangat bermanfaat bagi individu yang memiliki faktor risiko penyakit jantung dan metabolik, seperti diabetes mellitus.

Secara spesifik, bersepeda dapat melatih keseimbangan tubuh bila dilakukan outdoor dan menggunakan sepeda biasa. Bila kayuhan dilakukan dengan menambah pembebanan (gear sedang-berat) akan melatih kekuatan dan ketahanan otot-otot tungkai, yaitu otot paha, betis dan dan kaki.

Kepadatan tulang daerah tungkai juga akan meningkat seiring dengan meningkatnya pembebanan kayuhan sepeda.

Memilih jenis sepeda

Sepeda ada berbagai macam jenis, misalnya sepeda gunung (mountain bike- MTB), sepeda balap, sepeda BMX, sepeda statis dan lain-lain.

Jenis sepeda untuk berolahraga yang biasa digunakan adalah jenis MTB yang digunakan untuk medan yang tidak terlalu ektrim jalanan menanjak atau menurunnya (cross country ringan), dengan beberapa gigi pengatur beban kayuhan (ringan, sedang, berat).

Dari segi bahan pembuatnya, pilihlah sepeda yang terbuat dari bahan yang cukup ringan sehingga tidak mempersulit Anda ketika mengendarainya. Terkadang ada juga yang menggunakan sepeda balap jenis tertentu (competitive road bike) untuk berolahraga sehari-hari.

Mengatur sepeda Anda

Pilihlah sepeda yang sesuai postur atau tinggi badan, sepeda yang ketinggian sadel dan jarak stang nya dapat diatur sedemikian rupa sehingga saat mengendarainya posisi tubuh Anda tidak banyak membungkuk atau posisi tubuh terhadap panggul sedikit menekuk.

Hal ini sangat penting karena jika tubuh kita terlalu membungkuk (atau posisi tubuh dan panggul menekuk banyak), risiko nyeri punggung bawah akibat spasme otot meningkat.

Selain itu, pilihlah sadel yang cukup lebar dan nyaman, agar selama bersepeda selama 30-60 menit tidak menimbulkan nyeri di daerah pantat atau panggul dan peredaran darah daerah organ reproduksi tidak terganggu. Sadel dengan lubang atau lekukan di tengahnya juga dapat menjadi pilihan karena tidak menekan pembuluh darah di daerah kemaluan.

Perbaiki postur Anda saat bersepeda

Lakukan bersepeda dengan posisi tubuh yang benar, jika Anda tidak ingin malah terjadi cedera. Posisi tubuh saat bersepeda juga harus diperhatikan. Posisi tubuh terhadap panggul sedikit menekuk, dan tubuh tetap lurus, usahakan punggung tengah hingga atas tidak membungkuk.

Saat mengayuh pedal, maka lutut masih sedikit menekuk pada saat titik terbawah pedal. Bahu rileks, lengan lurus dengan sendi siku sedikit menekuk (tidak lurus terkunci), tangan memegang stang dengan rileks (tidak digenggam erat). Pandangan lurus ke depan untuk melihat kondisi jalanan.

Narasumber: dr. Rachmad Wishnu Hidayat, Sp.KO, dokter spesialis olahraga di AnHo BioPrima

Source: Fitness For Men

Brava Listeners, terus dengarkan Brava Radio melalui streaming di sini atau download melalui iOS dan Google Play Store.

Baca juga:
Vietjet Air persiapkan rute Jakarta – Ho Chi Minh City
7 Pusat belanja paling bergengsi di dunia
Ini dia peraih medali emas Indonesia di SEA Games 2017

Share it