Inilah Alasan Mengapa Tikus Selalu Jadi Objek Utama Eksperimen Ilmiah

628
Inilah Alasan Mengapa Tikus Selalu Jadi Objek Utama Eksperimen Ilmiah

Pernahkah Anda bertanya mengapa para peneliti selalu menggunakan tikus sebagai objek eksperimen ilmiahnya Brava Listeners? Kenapa mereka tidak menggunakan hewan lain?

Para ilmuan punya alasan tersendiri menggunakan tikus menjadi andalan utama sebagai ‘tumbal’ penelitian salah satunya adalah kenyamanan. Tikus merupakan hewan pengerat kecil yang mudah beradaptasi, ditempatkan, dipelihara, dalam berbagai kondisi.

Inilah Alasan Mengapa Tikus Selalu Jadi Objek Utama Eksperimen Ilmiah

Melansir dari Live Science, tikus juga bereproduksi dengan cepat dan memiliki umur pendek yang hanya dua sampai tiga tahun. Sehingga beberapa generasi tikus dapat diamati dalam waktu yang relatif singkat.

Selain itu, faktor ekonomis menjadi alasan lainnya. Harga tikus yang relatif murah dan dapat dibeli dalam jumlah besar dari produsen komersial menjadi salah satu faktor yang menjadi andalan para ilmuan dalam memilih tikus.

Inilah Alasan Mengapa Tikus Selalu Jadi Objek Utama Eksperimen Ilmiah

Dibandingkan dengan hewan lainnya, tikus hasil ternak yang dikembangbiakan umumnya tidak agresif dan jinak. Hal ini tentu membuat mudah untuk ditangani oleh para peneliti, meskipun beberapa jenis tikus bisa lebih sulit dikendalikan daripada yang lain.

Menurut National Human Genome Research Institute, sebagian besar tikus yang digunakan dalam uji coba medis adalah inbrida, sehingga selain perbedaan jenis kelamin, mereka hampir identik secara genetik. Hal tersebut membantu membuat hasil uji coba medis lebih seragam.

Inilah Alasan Mengapa Tikus Selalu Jadi Objek Utama Eksperimen Ilmiah

Lebih lanjut, karakteristik genetik, biologis, dan perilaku mereka sangat mirip dengan manusia serta banyak gejala kondisi manusia dapat direplikasi pada tikus. Selama dua dekade terakhir, kesamaan genetik tersebut semakin kuat. Para ilmuwan sekarang bahkan dapat membiakkan tikus yang diubah secara genetik yang disebut “tikus transgenik.”

Baca Juga: Dominasi Ducati di MotoGP 2022, Marquez Sebut Jadi Ducati Cup

“Tikus dan mencit adalah mamalia yang berbagi banyak proses dengan manusia dan cocok digunakan untuk menjawab banyak pertanyaan penelitian,” kata Jenny Haliski, perwakilan dari Kantor Kesejahteraan Hewan Laboratorium National Institutes of Health (NIH).

 

Penulis: Fadia Syah Putranto

Share it