Jepang Hargai Perdamaian di Momen Peringatan Menyerah Perang Dunia 2

19
Jepang Hargai Perdamaian di Momen Peringatan Menyerah Perang Dunia 2

Negeri Sakura alias Jepang menggelar peringatan nasional 78 tahun penyerahan dalam Perang Dunia 2 di Nippon Budokan Hall, Selasa (15/8).

Dalam momen peringatan menyerah di Perang Dunia 2, Jepang bertujuan untuk memahami sejarah negaranya dan lebih menghargai perdamaian.

“Dengan memahami sejarah kami, kami lebih menghargai perdamaian,” kata Sekretaris jenderal Asosiasi Museum Perang Dunia II Internasional, Luo Cunkang, kepada Global Times.

Jepang Hargai Perdamaian di Momen Peringatan Menyerah Perang Dunia 2

Kaisar Jepang Naruhito dan Perdana Menteri Fumio Kishida akan menghadiri acara tersebut dan menyampaikan pidato kenegaraan.

Pernyataan Kishida akan menjadi pidato kedua di peringatan pengumuman penyerahan sejak menjabat sebagai PM pada 2021, demikian dikutip TASS.

Dalam isi pidato sebelumnya Kishida mengatakan Jepang mengikuti jalan damai sejak Perang Dunia Dua tanpa menyinggung tanggung jawab agresi mereka di negara-negara Asia. Langkah ini sama seperti PM pendahulu, Yoshihide Suga dan Shinzo Abe.

Jepang Hargai Perdamaian di Momen Peringatan Menyerah Perang Dunia 2

Sejumlah negara seperti China, Korea Utara, dan Korea Selatan, yang menderita di bawah pendudukan Jepang selama perang, biasanya akan mengkritik pernyataan yang disampaikan PM Jepang saat pidato.

Lebih lanjut Luo menerangkan di lingkungan internasional yang kompleks dan bergejolak saat ini, memperingati periode sejarah itu memiliki makna yang lebih besar.

“Itu akan memperkuat tekad dan keberanian kita untuk menegakkan perdamaian dalam menghadapi tantangan,” ucap dia.

Baca Juga: 3 Kota di Dunia Ini Punya Cara Cermat Atasi Polusi Udara

Jepang juga mengizinkan sekitar 2.000 orang masuk ke Nippon Budokan Hall. Jumlah ini tiga kali lebih sedikit dibanding sebelum pandemi Covid-19.

Namun, perwakilan dari sembilan prefektur termasuk Kyoto dan Hiroshima, tak bisa menghadiri peringatan ini karena Topan Lan atau badai tropi yang menyebabkan pembatalan 550 penerbangan.