Kenapa China Masih Terus Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19? Berikut Alasannya

17
Kenapa China Masih Terus Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19? Berikut Alasannya

Brava Listeners, negara tirai bamboo alias China masih terus menghadapi lonjakan kasus Covid-19 disejumlah wilayah.

Terbarum pada Senin 19 Desember 2022 China melaporkan 2.722 kasus baru dan lima kasus kematian.
Jumlah itu meningkat dibanding hari sebelumnya yang mencapai 1.995 kasus. Pada Minggu (18/12). Hal tersebut menjadi sorotan dunia, padahal China baru saja mencabut aturan ketat terkait Covid-19.

Kenapa China Masih Terus Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19? Berikut Alasannya

Sebagai informasi, pencabutan aturan itu dilakukan setelah Beijing diprotes besar-besaran oleh penduduknya buntut kasus kebakaran di Urumqi, Xinjiang. Kala itu petugas pemadam kebakaran dinilai terlambat datang ke lokasi lantaran terhambat penutupan jalan akibat lockdown yang berlaku di daerah itu.

Namun, sejumlah ahli menilai pencabutan pembatasan di China itu menjadi dalang dari tingginya angka infeksi. Dari pengakuan warga Beijing, mereka mengatakan banyak orang-orang terdekat mereka yang terinfeksi Covid-19 sejak Beijing mencabut aturan ketat pada 7 Desember lalu.

Penyebab lainnya adalah, China menerapkan aturan bagi warga yang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala agar tetap masuk ke kantor. Pada Minggu (17/12), kota metropolis Chongqing bahkan mengumumkan pegawai sektor publik yang positif Covid-19 tetap bekerja “seperti biasa”.

Kenapa China Masih Terus Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19? Berikut Alasannya

“Pegawai (Partai Komunis) dan organisasi pemerintah yang tidak menunjukkan gejala dan sakit ringan di semua tingkatan perusahaan dan institusi dapat bekerja secara normal setelah mengambil tindakan perlindungan yang diperlukan untuk status kesehatan dan persyaratan pekerjaan mereka,” bunyi pernyataan kantor tanggap pandemi Covid-19 Chongqing.

Baca Juga: Mengenal Sosok Emir Qatar yang Gelontorkan Rp3.114 triliun untuk Piala Dunia 2022

Dikutip CNN, pemerintah Chongqing juga menambahkan bahwa lembaga pemerintah tidak akan lagi melakukan tes Covid-19 kepada karyawan termasuk polisi, guru sekolah umum, dan pekerja lainnya setiap hari. Sebaliknya, pihak berwenang akan mengalihkan fokus pekerjaan dari pencegahan infeksi ke perlindungan kesehatan dan pencegahan penyakit parah.

Bagaimana tanggapan Brava Listeneres?

 

Penulis: Fadia Syah Putranto

Share it