Makanan anti anemia

128
Ilustrasi Makanan
Ilustrasi Makanan

Anemia atau kekurangan darah jamak dialami. Sesuai pengetahuan umum, Anda bisa mencegah dan menanggulangi itu dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi.

Tapi sebelumnya, Anda harus tahu penyebab anemia yang dialami, apakah karena kekurangan zat besi atau akibat perdarahan, penyakit kronik, atau penyakit darah semacam thalassemia. Ini penting diketahui dulu, sebab beda penyebab akan berbeda penanganannya.

Seorang pria dewasa dapat mengalami anemia karena defisiensi zat besi, yakni di bawah 8,5 mg/hari perhari. Untuk kasus ini, yang perlu dilakukan ialah menambahkan makanan yang kaya zat besi.

Makanan zat besi terdiri dari heme dan non heme. Sumber heme bisa didapat dari protein hewani, seperti daging merah, daging unggas, ikan, dan hati ayam atau sapi.

Sementara itu, sumber non heme bisa ditemukan di sayuran hijau dan kacang-kacangan. Perbanyak porsi sumber dari hewani sebab kontribusi untuk mencukupi harian lebih banyak ketimbang sumber nabati.

Diet yang tepat untuk penderita anemia adalah dengan memasukan salah satu aneka bahan zat besi – baik heme dan non heme – ke dalam pola makan harian, tiga kali sehari.

Artinya, menu makan Anda harus ada sayur hijau, 1 potong lauk hewani, 1 potong lauk nabati. Untuk mempercepat kesembuhan, Anda bisa mengonsumsi suplemen yang berfungsi mempercepat produksi sel darah merah dalam tubuh.

Pola makan plus suplemen itu bisa memperbaiki cadangan zat besi 3 – 4 bulan ke depan. Periode itu adalah masa hidup normal sel darah merah.

Perlu dicatat, hendaknya tidak minum suplemen zat besi bersamaan dengan teh, kopi, minuman berkarbonasi, dan susu. Jenis minuman tersebut akan menghambat penyerapan zat besi.

Selain itu, sebaiknya Anda minum suplemen yang mengandung zat besi ini dalam kondisi perut kosong karena penyerapan bahan sumber zat besi di usus akan meningkat bila lambung dalam kondisi asam.

Dan, pilihlah suplemen zat besi yang kandungannya terdiri dari Vitamin A, B, Asam Folat, Vitamin C, Seng, dan Tembaga untuk membantu penyerapan dan proses metabolisme zat besi tubuh.

 

Asupan “Iron Man”

Deretan makanan zat besi super tinggi yang wajib ditambahkan dalam menu harian Anda.

 

Heme

Gurita (7,3 mg/75 gram)

Hati Sapi (4,2 mg/75 gram)

Caviar (3,37 mg/100 gram)

Tiram (3,3 mg/75 gram)

Kepiting (2,3 mg/75 gram

Bebek (1,8 mg/75 gram)

Sarden (1,7 mg/75 gram)

Daging sapi (1,4 mg/75 gram)

Ikan Makarel (1,4 mg/75 gram)

Daging Kambing (1,3 mcg/75 gram)

Telur (1,2 mg/100 gram)

 

Non Heme

Bayam (2,01 mg/100 gram)

Tomat (2 mg/100 gram)

Kentang (1,9 mg/50 gram)

Bit (1,6 mg/100 gram)

Labu (1,4 mg/100 gram)

Kedelai (6,5 mg/75 gram)

Kacang merah (2,3 mg/75 gram)

Kacang Hitam (1,8 mg/100 gram)

Alpukat (1,12 mg/100 gram)

Markisa (3,78 mg/100 gram)

Kurma (1,6 mg/100 gram)

 

Narasumber: dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, Sp. GK (Konsultan diet dan staf pengajar di Departemen Ilmu Gizi FKUI/RSCM) [teks Bimo Wicaksono/sumber : fitnessformen | foto pixabay.com]

Share it