Makanan anti kanker

21

Makanan Anti Kanker

Salah satu metode efektif untuk mencegah sekaligus meminimalkan risiko kanker adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung senyawa anti-kanker. Buah buahan yang berwarna, sayuran hijau, dan ikan segar adalah contoh makanan tersebut karena kaya akan komponen antioksidan yang berguna untuk menghambat aktivitas zat prakanker dan kerusakan sel.

Dari beberapa kandungan antioksidan itu, genistein, daidzein dan flavonoid-lah yang memiliki efek paling kuat untuk mencegah kanker. Selain itu, bahan makanan sumber Vitamin E dan Selenium juga bermanfaat memangkas risiko kanker.Itu bisa Anda temukan di bayam, kacang almond, cabai, alpukat, kiwi, wortel dan kacang-kacangan lainnya.

Untuk dapat manfaat optimal dalam melawan sel kanker, Anda tak hanya mengonsumsi bahan makanan itu saja, tapi harus membarengi dengan menjalani pola makan dengan gizi yang seimbang. Prinsipnya, sertakan sayur dalam tiga kali jadwal makan Anda, lima porsi buah dalam sehari, dan mengonsumsi ikan segar tiga kali seminggu. Tambahkan pula asupan nutrisi dari kacang-kacangan yang tinggi senyawa genistein dan daidzein.

Sedapat mungkin, olahlah bahan makanan Anda dengan cara dikukus atau tumis dengan sedikit minyak. Bila Anda ingin mengolah dengan cara lain, seperti dibakar, buanglah bagian yang hangus. Atau, bungkuslah bahan makanan dengan daun saat dibakar agar makanan tidak bersentuhan langsung dengan api, untuk meminimalkan proses karbonisasi atau hangus.

Perlu diingat, pencegahan kanker harus bersifat komprehensif, menyeluruh. Selain mengonsumsi makanan anti-kanker, Anda pun harus menjaga pola hidup sehat, seperti berhenti merokok, mengurangi mengonsumsi makanan olahan dan berpengawet, menghindari makanan tinggi lemak jenuh, menjauhi makanan tinggi natrium yang mempunyai level N-nitroso tinggi, olahraga teratur untuk memaksimalkan metabolisme, dan istirahat cukup.

Makanan

Nutrisi Dominan

Pangkas Jenis Risiko Kanker

Anjuran Penyajian

Tomat

Vitamin C, antioksidan, lycopen sebagai penangkal radikal bebas.

Kanker payudara, prostat, pankreas, dan kanker kolateral.

Camilan di tengah aktivitas. Jus setelah makan.

Teh hijau

Polyphenol

Kanker perut, paru-paru, usus besar, hati, dan pankreas.

Diseduh dengan air hangat, kapan saja.

Brokoli dan kembang kol

Sulforaphane

Kanker paru-paru, usus, hati, dan leher rahim.

Dikukus atau cah, jangan dimasak terlalu lama.

Jeruk, jeruk bali

Bioflavanoid, Vitamin C untuk mendukung imun tubuh, limonoids untuk sistem kekebalan tubuh.

Kanker usus, kandung kemih, dan payudara.

Dalam bentuk jus setelah makan pagi atau dimakan langsung.

Apel

Vitamin C

Kanker usus.

Lebih baik dikonsumsi bersama kulitnya, setelah dicuci bersih.

Anggur

Flavanoid, polifenol pecyin, dan tannin.

Kanker esofagus, kandung kemih, payudara, serviks, lambung, dan usus besar.

Dimakan langsung, setelah dicuci bersih.

Pepaya

Betakaroten, pektin, fitokinase, papain

Kanker usus.

Dikupas, sebagai dessert.

Wortel

Glutathione, Vitamin C, betakaroten, folic acid, zat antioksidan lain.

Kanker usus, payudara, kanker prostat.

Dipadukan dengan sayur lain.

Ubi

Betakaroten.

Kanker paru-paru, usus besar, dan prostat.

Direbus atau kukus, sebagai camilan.

Aneka buah berry

Pterostilbene (antioksidan)

Kanker usus dan payudara.

Dijus atau dipotong kecil-kecil sebagai camilan.

Ikan salmon

Vitamin D, Omega 3 dan 6.

Kanker usus besar dan payudara.

Di-steam atau dipanggang.

Cabai

Capsaicin

Kanker usus besar.

Konsumsi secukupnya, jangan terlalu banyak.

Jamur obat (reishi, shitake, dan chaga)

Flavonoid, karotenoid, folat, enzim asam askorbat, dan asam organik.

Kanker payudara dan prostat.

Campuran sup menu harian.

Source: Fitness For Men

Brava Listeners, terus dengarkan Brava Radio di 103.8 FM atau bisa melalui streaming di sini.

Baca juga:
Mercedes-Benz akan menghadirkan SUV Maybach
Restoran untuk merayakan Imlek
Wisata safari di Afrika dengan kereta mewah

Share it