Virus NeoCov, Temuan Baru Ilmuwan China Lebih Bahaya Dibanding Covid-19

27
Virus NeoCov, Temuan Baru Ilmuwan China Lebih Bahaya Dibanding Covid-19

Telah ditemukan virus baru oleh para ilmuwan di China yang bernama virus NeoCov. Dikatakan bahwa virus NeoCov ini berpotensi memiliki penularan dan tingkat kematiannya lebih tinggi dibanding virus covid-19.

Dilansir dari bioRxviv, ilmuwan China telah menemukan virus terbaru yakni NeoCov yang dapat menyerang manusia. Meskipun saat ini belum ada kasus dari virus NeoCov, namun ilmuwan China memprediksi virus tersebut lebih mematikan.

Dijelaskan virus NeoCov ini sangat mudah mengikat reseptor ACE 2 dalam sel kelelawar dan menginfeksi hewan itu. Namun begitu, tidak efisien untuk mengikat ACE 2 pada manusia, kecuali terjadi mutasi baru.

Virus NeoCov, Temuan Baru Ilmuwan China Lebih Bahaya Dibanding Covid-19

Para peneliti juga menemukan bahwa NeoCov tidak bisa dihancurkan oleh antibodi dari Covid, dan bersifat zoonis. Itu berarti, ditularkan hewan ke manusia. Penularan disebut bisa terjadi secara kontak langsung atau tidak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa virus NeoCov ini masih harus diteliti lebih seksama. Terutama apa dampak risiko yang akan ditimbulkan oleh virus NeoCov ini.

Apakah virus yang terdeteksi dalam penelitian akan menimbulkan risiko dan masalah baru bagi manusia? Masih perlu penelitian lanjutan,” tutur WHO.

WHO menyebut jika virus ini bukan varian baru SARS-CoV-2, melainkan jenis baru yang ditularkan via hewan. NeoCov juga dikenal dengan sebutan Neoromicia Capensis.

Hewan, terutama satwa liar adalah sumber lebih dari 75 persen penyakit menular yang muncul pada manusia. Diantaranya disebabkan oleh virus baru. Corona sering ditemukan pada hewan, salah satunya kelelawar,” lanjut WHO.

Sejauh ini belum ada korban yang terdampak dari virus NeoCov ini. Penelitian terhadap virus yang disebut akan membahayakan ini pun masih diteliti lebih lanjut.

 

Penulis: Rifqi Fadhillah

Share it