10 Mitos Tentang HIV/AIDS yang Tidak Perlu Dipercaya

29
10 Mitos Tentang HIV/AIDS yang Tidak Perlu Dipercaya

Belakangan ini Indonesia dihebohkan dengan kasus HIV di Kota Bandung, Jawa Barat yang meningkat. Kemunculan kabar tersebut menimbulkan banyak mitos tentang HIV/AIDS yang beredar di masyarakat.

10 Mitos Tentang HIV/AIDS yang Tidak Perlu Dipercaya

Lantas mitos tentang HIV/AIDS apa saja yang tidak perlu Anda percaya? Berikut Brava Radio rangkum mitos HIV/AIDS yang beredar di masyarakat seperti diberitakan CNN Indonesia pada Rabu 31 Agustus 2022. Simak ulasannya berikut ini.

1. Menular lewat pisau cukur

Menggunakan pisau cukur bergantian antar keluarga dan di tempat potong rambut tidak menularkan HIV/AIDS. Hal ini karena virus tersebut mudah mati di udara bebas. Namun, penggunaan pisau cukur bergantian tidak disarankan, bukan karena penyebaran HIV/AIDS, melainkan karena masalah higienitas.

2. HIV/AIDS dapat menular lewat alat makan

Perlu diketahui bahwa HIV/AIDS tidak menular lewat kontak sosial termasuk penggunaan alat makan secara bergantian dengan ODHA. Virus memang ada di air liur, air mata dan keringat dengan jumlah sedikit dan tidak cukup kuat untuk ditularkan ke orang lain.

3. Ditularkan melalui makanan kaleng yang terinjeksi darah yang terkontaminasi virus.

Makanan kaleng dalam pemrosesannya telah melewati proses sterilisasi sehingga virus mati.

4. Ditularkan melalui ciuman

Virus HIV tinggal di sel T, salah satu bagian sel darah putih manusia. Sel T terdapat dalam semua cairan tubuh, tetapi paling banyak terdapat dalam darah, cairan vagina, air mani dan ASI.

5. Ditularkan lewat jarum di kursi bioskop

Terlepas dari benar atau tidaknya keberadaan jarum di kursi bioskop, virus HIV tanpa inang yakni darah, cairan vagina, air mani dan ASI, akan mati kurang dari semenit.

6. Menular saat berenang di kolam renang umum

Berbagai ahli mengatakan bahwa virus HIV akan mati jika terkena kaporit. Aroma menyengat atau rambut yang berubah jadi keras saat berenang, berarti kolam renang mengandung kaporit.

7. Menular lewat pakaian bekas

Penularan virus HIV bisa terjadi melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril secara bergantian (terutama untuk NAPZA), hubungan seks yang tidak aman dan pemberian ASI pada bayi. Sehingga baju bekas tidak menularkan virus.

8. Menular lewat tusuk gigi

Erni Juwita Nelwan  selaku Ahli penyakit tropik dan infeksi RSCM mengungkapkan bahwa risiko tusuk gigi menyebarkan HIV ini sangatlah kecil. Saliva atau air ludah memang bisa menjadi tempat bersarangnya HIV. Namun demikian, HIV tidak serta-merta bisa menempel dan bertahan hidup terlalu lama di tusuk gigi.

9. Berhubungan Seksual pertama kali tidak dapat menyebabkan HIV

Faktanya, Penularan HIV bisa kapan saja apabila dilakukannya dengan orang yang mengidap HIV, walaupun hanya sekali. Jadi tidak berasal dar hubungan seks pertama kali.

10. Digigit nyamuk

Ternyata nyamuk tidak memberikan darah kepada kita. Tetapi nyamuk menghisap darah sehingga hal ini tidak akan membuat seseorang tertular dan jadi mitos HIV AIDS.

Perlu ditekankan bahwa HIV/AIDS ditularkan melalui kontak cairan tubuh, seperti carian vagina atau sperma saat melakukan aktivitas seksual, penggunaan jarum suntik secara bergantian dengan inangnya adalah lewat darah.

Baca Juga: Ini Dia Pria Asia Pertama yang Jadi Orang Terkaya Ketiga di Dunia

Meski begitu, Brava Listeners tetap jaga higienitas sehingga tidak perlu terlalu khawatir dengan berbagai mitos penularan HIV/AIDS.

 

Penulis: Fadia Syah Putranto

Share it