ANOC World Beach Games Tetap Digelar di Bali Walau Ada Atlet Israel

180
ANOC World Beach Games Tetap Digelar di Bali Walau Ada Atlet Israel

Polemik yang terjadi terhadap penolakan timnas Israel di Piala Dunia U-20 2023 membuat FIFA membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah. Namun begitu, penyelenggaraan ANOC World Beach Games di Bali yang di dalamnya terdapat atlet asal Israel, hingga kini belum ada rencana pembatalan.

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengungkapkan bahwa Bali akan tetap menggelar ANOC World Beach Games pada Agustus mendatang. Diketahui, ada atlet asal Israel yang akan bertanding di ANOC World Beach Games.

“Sampai hari ini belum ada pembatalan (pelaksanaan AWBG). Sekali lagi, di dalam jiwa sportivitas olahraga itu, kita akan main sampai akhir. Kita akan bertanding sampai ada hasilnya. Tidak ada istilah kalah sebelum pertandingan,” kata Okto saat ditemui di kawasan Sudirman, Rabu (29/3/2023).

“Jadi ujian kita ini bagaimana meyakinkan bangsa-bangsa lain, meyakinkan semua calon peserta, bahkan negara-negara lain yang akan datang ke Indonesia. Sebab, di ANOC nanti akan ada 206 negara yang akan datang ke Indonesia,” ujarnya.

“Ini bahkan lebih besar dari PBB, yang akan hadir di Bali untuk mengikuti General Assembly dari Asosiasi Komite Olimpiade Nasional seluruh dunia di Indonesia,” dia mempertegas.

ANOC World Beach Games Tetap Digelar di Bali Walau Ada Atlet Israel

Hal ini pun menimbulkan pertanyaan dari sejumlah pihak, terlebih Gubernur Bali I Wayan Koster, telah menyampaikan penolakan terhadap kehadiran Timnas U-20 Israel. Hal tersebut membuat drawing Piala Dunia U-20 2023 yang awalnya direncanakan digelar di Bali pun batal.

Baca Juga: Virus Marburg Kini Jadi Ancaman Global, Indonesia Patut Waspada

Okto pun sudah mempersiapkan apabila ada penolakan yang sama terjadi di ANOC World Beach Games. Salah satunya adalah menggunakan bendera NOC mereka sendiri setiap bertanding seperti Rusia ketika Olimpiade Tokyo.

“Lalu Rusia saat di Tokyo. Artinya caranya banyak. Tapi satu hal yang harus digarisbawahi tidak ada diskriminasi terhadap atlet. Itu kita lakukan kemarin pada saat Indonesia mau ada multievent internasional, atletnya itu kalau enggak diberangkatkan sama cabornya, NOC Indonesia punya hak untuk memberangkatkan atlet itu sendiri karena nggak boleh ada diskriminasi,” Okto mempertegas.