Awas Hepatitis C

102
hepatitis c

 

Itulah sebabnya penderita kerap mengabaikan gejalanya dan tidak melakukan pemeriksaan. Namun, saat hepatitis C sudah kronik, bahkan menjadi sirosis hati, daya tahan tubuh melemah.

Hepatitis C umumnya menular melalui kontak darah, terutama di kalangan pengguna narkoba suntik mencapai 60 persen. Penularan juga bisa terjadi melalui transfusi darah, pekerjaan, kontak seksual, pembuatan tato, dan proses cuci darah. Virus hepatitis C juga bisa bertahan di permukaan benda yang dipakai bersama seperti alat cukur, sikat gigi, dan gunting kuku selama 16 sampai 72 jam pada suhu ruang.

Diagnosa hepatitis C bisa dilakukan melalui pemeriksaan tes darah, skrining serologi antibodi HCV, dan pemeriksaan USG hati untuk melihat fungsi hati. Jika ditemukan kerusakan pada hati, itu berarti Anda positif teinfeksi hepatitis C. Selain itu, diagnosa juga bisa dilakukan melalui pemeriksaan virologi untuk memeriksa HCV RNA.

Dua puluh persen penderita hepatitis C bisa sembuh dan 80 persen berkembang menjadi pengerasan (sirosis) hati. Jika hepatitis C sudah berada pada stadium terminal, yaitu sirosis berat atau kanker, salah satu jalan keluarnya adalah melakukan transplantasi hati. Transplantasi bisa dengan dua cara.

Kontributor : dr. Femmy Nurul Akbar, Sp.PD, KGEH, dokter spesialis penyakit dalam dari RS Pondok Indah

Sumber: fitnessformen.co.id

Share it