Studi: Gula Bisa Buat Kecanduan Seperti Narkoba

108
Studi: Gula Bisa Buat Kecanduan Seperti Narkoba

Temuan dari peneliti dari Princeton University mengungkapkan bahwa gula bisa buat kecanduan seperti narkoba.

Zat pemanis pada gula dapat mempengaruhi otak seperti zat adiktif lainnya. Profesor Bart Hoebel dan timnya di Departemen Psikologi dan Institute Neuroscience Princeton mempelajari tanda-tanda kecanduan gula pada tikus selama bertahun-tahun.

Hingga saat ini, tikus yang diteliti telah memenuhi dua dari tiga unsur kecanduan. Tikus penelitian menunjukkan pola perilaku peningkatan asupan dan kemudian menunjukkan gejala penarikan diri.

Studi: Gula Bisa Buat Kecanduan Seperti Narkoba

Eksperimennya saat ini berhasil menemukan keinginan dan kekambuhan yang disebabkan gula

“Jika mengonsumsi gula secara berlebihan merupakan bentuk kecanduan, seharusnya ada efek jangka panjang pada otak pecandu gula,” kata Hoebel, seperti dikutip dari laman Princeton University.

“Keinginan dan kekambuhan adalah komponen penting dari kecanduan, dan kami telah mampu menunjukkan perilaku ini pada tikus yang mengonsumsi gula dalam beberapa cara,” tambahnya.

Lebih lanjut, dalam studinya Hoebel mengatakan tikus yang mengonsumsi gula dalam jumlah besar saat lapar, sebuah fenomena yang dia gambarkan sebagai pesta gula atau sugar-bingeing.

Studi: Gula Bisa Buat Kecanduan Seperti Narkoba

Satwa-satwa disebut mengalami perubahan neurokimia di otak yang tampaknya mirip dengan yang dihasilkan oleh zat-zat seperti kokain, morfin, dan nikotin.

Baca Juga: Islam Makhachev Incar Status Nomor Satu Pound for Pound UFC

“Dalam model tertentu, konsumsi gula menyebabkan efek jangka panjang di otak dan meningkatkan kecenderungan untuk menyalahgunakan obat lain, seperti alkohol,” kata Hoebel.

Tikus lab disebut minum lebih banyak alkohol dari biasanya setelah suplai gula mereka dihentikan, menunjukkan perilaku konsumsi gula berlebihan telah menyebabkan perubahan fungsi otak.

Ternyata fungsi-fungsi ini berfungsi sebagai “pintu gerbang” ke jalur perilaku destruktif lainnya, seperti peningkatan konsumsi alkohol.