Ini Tahapan Gejala yang Dialami Pasien Cacar Monyet

38

Belakangan penyakit cacar monyet menjadi sorotan di berbagai belahan dunia. Kementerian Kesehatan RI mulai mengingatkan kepada masyarakat Indonesia akan gejala dari penyakit cacar monyet ini.

Ada beberapa tahapan mengenai gejala dari pasien yang mengalami penyakit cacar monyet. Hal ini dijelaskan oleh juru bicara Kemenkes RI dr Mohammad Syahril, dalam konferensi pers virtual ‘Kasus Hepatitis Akut dan Cacar Monyet di Indonesia’, Selasa (24/5/2022).

Waktu masa inkubasi yang dibutuhkan ketika mengalami cacar monyet antara 6-18 hari. Gejala pertama kali yang muncul yakni demam serta pembengkakan kelenjar getah bening.

“(Inkubasi) biasanya 6-18 hari, tapi ada juga yang sampai 21 hari. Ini yang perlu diketahui, gejalanya ada dua tahapan. Yang pertama gejala awal atau fase prodromal ini 1-3 hari. Tandanya pertama demam tinggi, jadi demamnya di atas 38 derajat, kemudian sakit kepala luar biasa,” ujar Jubir Kemenkes RI dr Mohammad Syahril.

“Ini yang menjadi pembeda dengan cacar lain yaitu adanya pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening di leher, di ketika, ke badan, ini di selangkangan bisa terjadi. Itu 1-3 hari setelah terinfeksi ya,” tambahnya.

Kemudian akan timbul bintik-bintik cacar di kulit atau di muka. Di fase ini, pasien cacar monyet paling infeksius atau menular.

“Kalau berlanjut, disebut pasien erupsi. Ini paling infeksius atau paling menular, itu timbul ruam-ruam atau lesi, cacar begitulah di kulit terutama di muka. Dimulai dari muka, kemudian menyebar ke badan, dan juga ke tangan. Ini yang menjadi ciri khas cacar ini dan ini sangat infeksius. Diperlukan sampai tiga minggu,” bebernya.

Baca Juga: Java Jazz Festival 2022 Akan Dimeriahkan 25 Musisi Internasional

Meski begitu, diungakp Syahril bahwa ruam-ruam ini dapat sembuh sendiri. Namun, untuk pasien yang sudah berusia lanjut harus memerlukan penanganan khusus ketika mengidap penyakit cacar monyet.

“Ini bisa sembuh sendiri dengan ditandai rontoknya ruam-ruam tadi lesi-lesi tadi dan sebagian menimbulkan bekas seperti bopeng, tapi tadi sembuh sendiri. Tetapi walaupun sembuh sendiri, perlu kehati-hatian bagi orang dengan risiko tinggi. Contohnya usia lanjut, kemudian dengan komorbid,” pungkas Syahril.

 

Penulis: Rifqi Fadhillah

Share it